KSPSI Apresiasi Penetapan Marsinah Sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyampaikan apresiasi atas penetapan almarhumah Marsinah sebagai pahlawan nasional. Andi menilai Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dengan memproses usulan dari kalangan buruh dalam waktu yang relatif singkat.
Andi mengungkapkan bahwa usulan tersebut diajukan secara resmi pada peringatan Hari Buruh atau Mayday di awal Mei 2025. Ia menyebut proses penetapannya berjalan sangat cepat.
“Saya sebagai pihak yang mengusulkan pada saat Mayday. Dan sangat luar biasa, Pak Prabowo menepati komitmennya. Prosesnya sangat cepat, hanya dalam hitungan bulan, dan tahun ini langsung diberikan gelar pahlawan nasional,” kata Andi di Istana Negara, Jakarta, pada hari Senin (11/10).
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang turut mendukung kelancaran proses ini. Andi secara khusus menyebut peran Presiden Prabowo dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Jasa dan Perjuangan Marsinah bagi Kaum Buruh
Alasan utama pengusulan Marsinah sebagai pahlawan nasional adalah dedikasi dan jasanya yang besar dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Saat masih aktif, Marsinah merupakan anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di PT Catur Putra Surya.
Yang membuat perjuangannya begitu heroik, menurut Andi, adalah pengorbanan jiwa raganya. Perjuangan Marsinah berakhir tragis dengan hilangnya nyawa. “Itu yang sangat luar biasa. Beliau tidak takut dengan berbagai ancaman. Peristiwa itu menjadi contoh dan inspirasi bagi kami, para pimpinan buruh yang saat ini masih terus berjuang,” imbuhnya.
Rencana Lanjutan: Diskusi Kasus dan Pembangunan Museum
Menyusul penetapan ini, Andi menyebutkan bahwa kalangan buruh sedang membahas langkah lebih lanjut. Salah satu poin yang didiskusikan adalah upaya untuk mendorong kembali penyelidikan kasus kematian Marsinah, meskipun pembicaraan ini belum secara formal disampaikan kepada pemerintah.
Selain itu, terdapat rencana konkret untuk mendirikan museum yang didedikasikan untuk mengenang perjuangan Marsinah. “Kami berencana membuat Museum Ibu Marsinah di lokasi rumah neneknya. Tujuannya adalah untuk mengenang jasa-jasa beliau, menampilkan perjalanan hidupnya, serta mengungkap banyak cerita yang mungkin belum terekspos, terutama tentang bagaimana beliau menghadapi berbagai tekanan selama berjuang,” tutup Andi.
Artikel Terkait
MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Namun Risiko Penurunan Bobot Indeks Masih Bayangi
Saham Emas Domestik Tertekan, Harga Emas Global Jatuh di Bawah USD4.000
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Justru Anjlok Rp52.000
Harga Minyak Anjlok ke Level Terendah Sejak Sebelum Perang dengan Iran, Pasokan Selat Hormuz Mulai Pulih