Krisis di Wall Street: Gara-gara Netflix Gagal & Perang Dagang AS-China Memanas!

- Kamis, 23 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Krisis di Wall Street: Gara-gara Netflix Gagal & Perang Dagang AS-China Memanas!

Wall Street Lesu: Kinerja Netflix Mengecewakan dan Ketegangan Dagang AS-China Picu Aksi Jual

Pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 22 Oktober 2025. Indeks utama Wall Street tercatat terkoreksi, didorong oleh kekhawatiran baru pada hubungan dagang AS-China dan laporan kinerja kuartalan Netflix yang tidak memenuhi ekspektasi investor.

Rincian Penurunan Indeks Saham AS

Dow Jones Industrial Average anjlok 334,33 poin (0,71%) ke level 46.590,41. Sementara itu, indeks S&P 500 terkikis 0,53% menjadi 6.699,40. Indeks teknologi Nasdaq Composite mengalami penurunan paling dalam, menyusut 0,93% ke posisi 22.740,40.

Pemicu Pelemahan: Ketegangan Dagang dan Laporan Korporasi

Langkah administrasi Presiden AS Donald Trump yang mempertimbangkan larangan ekspor produk China yang menggunakan perangkat lunak AS kembali memanaskan ketegangan dagang antara dua raksasa ekonomi dunia. Kebijakan potensial ini meningkatkan ketidakpastian dan mendorong aksi jual di pasar.

Di sisi perusahaan, saham Netflix (NFLX) merosot tajam setelah melaporkan margin operasi kuartal III-2025 sebesar 28%, angka yang berada di bawah proyeksi analis. Tekanan pada margin ini terutama disebabkan oleh beban sengketa pajak yang dihadapi perusahaan di Brasil.

Performa Saham Lainnya dan Sektor

Mattel juga mencatatkan penurunan menyusul laporan penjualan yang lemah di kawasan Amerika Utara. Di sisi lain, AT&T menunjukkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan pasar, didukung oleh lonjakan jumlah pelanggan baru.

Secara sektoral, industri menjadi tekanan utama bagi indeks S&P 500. Sektor energi menjadi satu-satunya yang berhasil menguat, meskipun tipis, seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Volume Perdagangan Tinggi Tunjukkan Aksi Jual Masif

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 24,76 miliar saham, angka yang jauh melampaui rata-rata 20 hari sebesar 20,6 miliar saham. Tingginya volume ini mengindikasikan aksi jual yang cukup masif di tengah meningkatnya ketidakpastian kondisi pasar global.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler