Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,10 persen ke level 6.175,53 pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026. Dalam sepekan, indeks mencatat kenaikan sekitar 4,24 persen.
Penguatan ini ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan 32,66 poin setelah harganya melonjak 9,8 persen menjadi Rp4.480 per unit.
Di posisi kedua, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 4,86 persen ke Rp6.475 per unit dan menyumbang 26,47 poin. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 6,45 persen ke Rp2.970 per unit dengan kontribusi 26,27 poin.
Dari sektor pertambangan, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat kenaikan harga 12,25 persen dan menyumbang 18,11 poin. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) naik 7,26 persen dengan kontribusi 16,61 poin, diikuti PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menguat 7,14 persen dan menyumbang 13,04 poin.
Saham lain yang turut menjadi penggerak utama adalah PT Astra International Tbk (ASII) naik 6,03 persen dengan kontribusi 11,81 poin. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melonjak 35,58 persen dan menyumbang 11,38 poin. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 7,89 persen dengan kontribusi 9,67 poin, serta PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 8,37 persen dan memberikan tambahan 6,08 poin.
Secara sektoral, saham keuangan membukukan penguatan terbesar pada Jumat, yakni 2,34 persen, sementara basic materials menjadi satu-satunya sektor yang melemah, turun 0,5 persen.
Di pasar valuta asing, rupiah ditutup menguat 0,36 persen ke level Rp17.921 per dolar AS di pasar spot. Sepanjang pekan, mata uang Garuda terapresiasi sekitar 0,8 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya.
Phintraco Sekuritas menilai prospek IHSG secara teknikal masih positif. Berdasarkan grafik mingguan, IHSG telah ditutup di atas moving average (MA) 5 dan MA10 mingguan. Histogram negatif MACD terus menyempit dan berpotensi membentuk golden cross, sementara Stochastic RSI bergerak menguat di area pivot.
Dengan kondisi tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG berpeluang menguji area 6.225-6.280 pada pekan depan. Sentimen domestik yang akan dicermati investor antara lain hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait kebijakan suku bunga, serta rilis data pertumbuhan kredit dan M2 Money Supply.
Artikel Terkait
IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat, Cermati Rekomendasi Empat Saham
IHSG Berpeluang Sentuh 7.000-8.000, Asalkan Selat Hormuz Kembali Terbuka
IHSG Menguat 4,24 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp 10.749 Triliun
IHSG Menguat 4,24% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.749 Triliun