PT Indika Energy Tbk (INDY) akhirnya angkat bicara menanggapi rumor yang menyebutkan perseroan tengah menjajaki pelepasan sebagian atau seluruh sahamnya di PT Kideco Jaya Agung. Manajemen menegaskan bahwa kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Corporate Secretary Indika Energy, Adi Pramono, menyatakan perusahaan memilih untuk tidak menanggapi spekulasi pasar yang berkembang. Pihaknya berkomitmen tetap fokus pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan kepatuhan terhadap aturan pasar modal.
"Sehubungan dengan pemberitaan media baru-baru ini mengenai portofolio investasi Perseroan, Perseroan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar," tulis manajemen INDY dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikutip Minggu (19/7/2026).
Indika Energy menekankan akan terus menyampaikan informasi secara transparan melalui saluran resmi apabila terdapat perkembangan material yang harus diketahui publik di masa mendatang.
Isu divestasi ini mencuat lantaran posisi Kideco sebagai penyumbang terbesar bagi pendapatan perusahaan. Per 31 Maret 2026, Kideco menyumbang pendapatan sebesar US$377,4 juta, atau sekitar 72,8 persen dari total pendapatan konsolidasi INDY yang mencapai US$493,2 juta.
Dari sisi profitabilitas, Kideco mencatatkan laba bersih sebesar US$42,4 juta pada kuartal I-2026, yang membantu menopang kinerja laba bersih konsolidasi perseroan sebesar US$7 juta pada periode yang sama.
Emiten terafiliasi Arsjad Rasyid ini mulanya pula diisukan tengah mempertimbangkan pelepasan saham di Kideco dengan estimasi nilai transaksi melampaui USD1 miliar atau setara Rp18,1 triliun.
Saat ini, Indika Energy menguasai sekitar 91 persen saham atau setara 537 juta lembar saham di perusahaan tambang batu bara yang berlokasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Sementara itu, pergerakan saham INDY pada penutupan perdagangan Jumat (17/7/2026) terpantau melemah 2,80 persen ke level Rp2.430 per saham, berbanding terbalik dengan penguatan di angka Rp2.500 pada hari sebelumnya.
Artikel Terkait
Saham Indika Energy Melejit 28% dalam Sepekan Imbas Rencana Divestasi Tambang Batu Bara
PPRE Divestasi 51% Saham Anak Usaha Senilai Rp1,6 Triliun, Fokus Perkuat Keuangan