Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak perusahaan-perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika untuk berpartisipasi dalam Program Magang Nasional (MagangHub) 2026. Ajakan ini disampaikan dalam diskusi Identifikasi Ketenagakerjaan dan Pelatihan di KEK Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (3/7/2026).
Menurut Yassierli, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci meningkatkan serapan tenaga kerja, terutama di tengah tingginya jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahun. Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah peserta Magang Nasional menjadi 150 ribu orang tahun ini. Ia berharap kesempatan ini dimanfaatkan para pengusaha di NTB, sekaligus memperluas serapan tenaga kerja dan mencetak lulusan baru yang siap memasuki dunia kerja.
"Saya berharap 150 ribu kuota ini juga dapat dimanfaatkan dan terdistribusi oleh teman-teman di Nusa Tenggara Barat secara merata," ujarnya dalam keterangan, Sabtu (4/7).
Target itu sejalan dengan semakin berkembangnya investasi dan sektor pariwisata di kawasan KEK Mandalika. Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan Magang Nasional 2025 yang melibatkan sekitar 100 ribu peserta, tingkat kepuasan peserta tercatat mencapai 86 persen. Sementara itu, perusahaan mitra program juga memberikan penilaian positif dengan tingkat kepuasan terhadap kinerja peserta magang di kisaran 85 hingga 86 persen.
Yassierli menegaskan program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja peserta, tetapi juga membantu perusahaan memperoleh talenta yang sesuai kebutuhan industri. Untuk mendukung program, pemerintah memberikan berbagai fasilitas, mulai dari subsidi hingga sertifikasi kompetensi gratis melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
"Bagi perusahaan yang ingin bergabung dalam MagangHub maupun lulusan baru yang ingin mendaftar atau memperoleh informasi lebih lanjut, dapat langsung mengakses portal resmi MagangHub Kemnaker," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Yassierli juga mendengar keluhan para pengelola KEK dan pimpinan perusahaan terkait sulitnya mencari tenaga kerja lokal dengan kualifikasi khusus, sertifikasi, serta lisensi standar operasional. Melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Ditjen Binalavotas), Kemnaker akan melakukan intervensi total melalui jalur pelatihan vokasi berbasis kebutuhan pasar kerja.
"Kita harus mengubah paradigma pelatihan dari yang bersifat supply-driven menjadi sepenuhnya digerakkan oleh kebutuhan industri penanam modal di kawasan KEK. BPVP Lombok Timur sendiri memiliki keunggulan utama di bidang kejuruan pariwisata dan hospitality, serta kejuruan adaptif lainnya yang relevan dengan perkembangan kawasan," tutupnya.
Artikel Terkait
Menaker Ajak Perusahaan di KEK Mandalika Manfaatkan MagangHub untuk Serap Tenaga Kerja
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II, Kuota Peserta Naik Jadi 150 Ribu
Pemerintah Tingkatkan Kuota Pemagangan Nasional Jadi 150 Ribu Peserta
30 Persen Peserta Magang Nasional 2025 Langsung Diserap Perusahaan