Data Tenaga Kerja AS Melemah, Harga Emas Kembali Menguat

- Kamis, 02 Juli 2026 | 07:35 WIB
Data Tenaga Kerja AS Melemah, Harga Emas Kembali Menguat

Harga emas dunia berhasil bangkit pada perdagangan Rabu (1/7/2026) setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi dan pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh meredakan kekhawatiran inflasi. Emas spot naik 0,60 persen ke USD4.031,71 per troy ons, setelah sebelumnya tertekan ke level terendah sejak November.

Data ADP menunjukkan sektor swasta AS hanya menambah 98.000 lapangan kerja pada Juni, jauh di bawah perkiraan ekonom yang mencapai 118.000. Angka ini juga turun dari 122.000 pada Mei yang tidak direvisi. "Emas mencatatkan kenaikan yang cukup baik hari ini. Data ADP yang lebih rendah dari perkiraan menjadi pemicu awal, sementara komentar Ketua The Fed Warsh mengenai penurunan inflasi mendorong imbal hasil turun dan membuat pasar emas yang sebelumnya lesu kembali bergerak naik," ujar trader logam independen Tai Wong.

Warsh dalam pernyataannya mengatakan ekspektasi inflasi dan risiko inflasi telah menurun dalam beberapa pekan terakhir, meskipun ia tetap berkomitmen membawa inflasi menuju target 2 persen. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar 65 persen berdasarkan CME FedWatch Tool.

"Emas kemungkinan telah membentuk titik terendah setidaknya untuk jangka pendek, kecuali jika laporan ketenagakerjaan nonpertanian besok menunjukkan hasil yang jauh lebih kuat dari perkiraan," tambah Wong. Laporan nonfarm payrolls (NFP) akan dirilis pada Kamis.

Dari sisi geopolitik, AS dan Iran menggelar pembicaraan teknis di Doha pada Rabu untuk mencapai kesepakatan terkait arus pelayaran di Selat Hormuz serta mengupayakan gencatan senjata yang berkelanjutan, menurut seorang pejabat Iran.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot naik 2,5 persen menjadi USD60,01 per ons, paladium menguat 1,2 persen ke USD1.218,75 per ons, dan platinum naik 2,2 persen menjadi USD1.584,75 per ons setelah sempat menyentuh level terendah sejak November.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags