MAP Active Resmi Akuisisi Sports Direct Malaysia Senilai Rp2,5 Triliun

- Kamis, 02 Juli 2026 | 06:20 WIB
MAP Active Resmi Akuisisi Sports Direct Malaysia Senilai Rp2,5 Triliun

PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAP Active), bagian dari MAP Group, resmi mengakuisisi 100 persen saham Sports Direct Malaysia Sdn Bhd (SDM) dari Fraser Group Trading Limited. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat ekspansi bisnis ritel di luar Indonesia.

Akuisisi dilakukan melalui anak usaha perseroan, Athletica International Holdings Pte Ltd, yang 100 persen sahamnya dimiliki MAP Active. Perjanjian jual beli antara Athletica dan Frasers Group diteken pada Senin, 29 Juni 2026. Nilai transaksi mencapai USD148,9 juta atau setara Rp2,5 triliun untuk 1.000.000 lembar saham SDM.

Selain pengambilalihan saham, Athletica juga menandatangani Local Retail Agreement yang memberikan hak non-eksklusif untuk membuka toko ritel dengan merek Sports Direct dan USC, baik secara offline maupun online. Perjanjian ini juga mencakup penjualan barang-barang bermerek yang dimiliki SDM.

Manajemen MAP Active menyatakan akuisisi ini merupakan bagian dari strategi memperkuat dan memperluas kehadiran usaha di Asia Tenggara. "Transaksi ini diharapkan dapat memperluas cakupan geografis, memperkuat diversifikasi portofolio usaha, serta menciptakan sinergi melalui pemanfaatan kapabilitas operasional dan komersial yang dimiliki perseroan," demikian pernyataan resmi manajemen.

Saat ini, MAP Active telah memegang merek dan hak pengelolaan Sports Direct Indonesia. Dengan akuisisi ini, portofolio ritel olahraga perseroan kian lengkap.

Berdasarkan laporan keuangan SDM, perusahaan target memiliki aset sebesar RM341,9 juta dengan liabilitas RM94,5 juta dan ekuitas RM247,4 juta. Pada periode Januari–Agustus 2025, SDM membukukan laba operasional RM52,9 juta dan laba komprehensif RM38,3 juta.

Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto & Rekan selaku penilai independen menyebutkan nilai pasar SDM sebesar RM511,65 juta. Dengan demikian, nilai akuisisi yang dibayarkan tergolong wajar.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags