Investor Asing Lepas Saham Rp4,47 Triliun dalam Sepekan, IHSG Tetap Menguat

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:15 WIB
Investor Asing Lepas Saham Rp4,47 Triliun dalam Sepekan, IHSG Tetap Menguat

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp4,47 triliun di pasar reguler sepanjang pekan ini, dengan sejumlah saham unggulan menjadi sasaran utama pelepasan modal.

Berdasarkan data perdagangan, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai net sell mencapai Rp838,60 miliar. Meskipun mengalami tekanan jual terbesar, harga saham DSSA justru mampu menguat 3,03 persen dalam sepekan dan ditutup pada level Rp850 per unit.

Di posisi berikutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat net sell asing sebesar Rp630,22 miliar. Anehnya, aksi jual tersebut tidak menghalangi laju kenaikan harga saham AMMN yang melonjak 10,72 persen selama sepekan ke posisi Rp3.820 per unit.

Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat net sell asing senilai Rp553,31 miliar. Saham perusahaan tambang batu bara ini tetap menguat 7,01 persen dalam sepekan dan berakhir di level Rp168 per unit.

Raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga menjadi salah satu yang paling banyak dilepas asing dengan net sell Rp372,36 miliar. Berbeda dengan saham lainnya, aksi jual ini ikut menekan kinerja TLKM yang terkoreksi 9,79 persen sepanjang pekan ke level Rp2.580 per unit.

Investor asing juga melepas saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp273,59 miliar. Kendati demikian, saham BBRI masih mencatat penguatan 2,81 persen ke posisi Rp2.930 per saham.

Tekanan jual asing turut terjadi pada PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan net sell Rp224,94 miliar. Namun, saham BRMS justru menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan 24,53 persen dalam sepekan ke level Rp660 per saham.

Saham lain yang masuk daftar utama pelepasan asing adalah PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan net sell Rp217,53 miliar dan kenaikan harga 11,52 persen ke Rp368 per unit, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan net sell Rp213,16 miliar dan penguatan 11,35 persen ke Rp2.060 per unit.

Selain itu, asing tercatat melepas saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar Rp211,53 miliar. Saham AADI justru turun 8,96 persen selama sepekan ke level Rp7.875 per unit. PT Astra International Tbk (ASII) juga mencatat net sell asing Rp206,84 miliar, meski harga sahamnya masih naik 1,48 persen ke Rp4.810 per unit.

Aksi jual asing ini terjadi di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih positif. IHSG ditutup menguat tipis 0,08 persen ke level 6.177,14 pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026, sehingga secara mingguan mencatat kenaikan 2,82 persen.

Phintraco Sekuritas menilai sentimen pasar relatif positif setelah laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market. Namun, MSCI masih menyoroti sejumlah isu, terutama transparansi struktur kepemilikan saham, indikasi perdagangan terkoordinasi, serta keterbatasan informasi berbahasa Inggris bagi investor asing.

Pelaku pasar selanjutnya menanti hasil Annual Market Classification Review MSCI pada 24 Juni 2026 yang akan menentukan klasifikasi pasar Indonesia ke depan.

Di sisi lain, rupiah melemah 0,06 persen ke posisi Rp17.804 per dolar AS seiring penguatan dolar AS setelah muncul indikasi Federal Reserve (The Fed) masih membuka peluang kenaikan suku bunga tahun ini.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar