Laporan keuangan Indocement untuk tahun 2025 menunjukkan sebuah dinamika yang menarik. Di satu sisi, raksasa semen ini berhasil membukukan laba bersih yang tumbuh 12 persen, menjadi Rp2,2 triliun. Angka ini naik dari posisi Rp2 triliun di tahun sebelumnya. Namun begitu, kisah di balik angka kenaikan itu tak sepenuhnya mulus.
Pendapatan perusahaan justru mengalami penyusutan. Tercatat, pendapatan turun 4,4 persen menjadi Rp17,7 triliun, dari sebelumnya Rp18,5 triliun. Penurunan ini berjalan beriringan dengan merosotnya laba bruto sebesar 4,79 persen, menjadi Rp5,77 triliun.
Lalu, dari mana kenaikan laba bersih itu datang? Rupanya, ada faktor pendongkrak yang cukup signifikan. Capaian laba tersebut banyak ditopang oleh keuntungan dari proses divestasi. Perseroan melakukan penjualan 60 persen saham di PT Mortar Prakarsa Utama, yang bernilai sekitar Rp670 miliar, pada kuartal akhir 2025. Transaksi ini memberikan suntikan yang cukup berarti di tengah kondisi operasional yang sedang tidak mudah.
Artikel Terkait
BNI Lepas 99,9% Saham BNI Asset Management ke Danantara Rp359,64 Miliar
PLN Tegaskan Tidak Ada Pengembalian Dana untuk Token Listrik yang Salah Beli
Laba Tugu Insurance Melonjak 77% Jadi Rp711 Miliar di 2025
Wall Street Hadapi Pekan Penuh Ujian: Data Inflasi dan Laporan Laba Jadi Sorotan