Rupiah Melemah 0,30% dalam Sepekan, Tertekan Sinyal Hawkish The Fed

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:50 WIB
Rupiah Melemah 0,30% dalam Sepekan, Tertekan Sinyal Hawkish The Fed

Di sisi lain, data ketenagakerjaan AS yang ternyata lebih baik dari perkiraan ikut memperkuat dolar. Kombinasi ini, jadinya, memberikan tekanan ekstra bagi mata uang negara berkembang tak terkecuali Indonesia.

Nah, dari dalam negeri sendiri sebenarnya ada kabar positif. Perhatian pelaku pasar sempat tertuju pada kesepakatan perdagangan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump. Dokumen bertajuk "Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance" itu disepakati di Washington DC, Jumat lalu.

Namun begitu, sentimen positif itu tampaknya belum cukup kuat untuk mengimbangi tekanan eksternal. Penguatan dolar AS diperkirakan masih akan membayangi pergerakan rupiah di perdagangan mendatang. Analis memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang yang cukup sempit, sekitar Rp16.880 hingga Rp16.910 per dolar AS.

(DESI ANGRIANI)

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar