Dampaknya langsung terlihat pada angka belanja negara. Pemerintah memproyeksikan total belanja pada tiga bulan pertama tahun ini bakal menembus Rp809 triliun.
"Belanja negara di kuartal I 2026 ini akan mencapai Rp809 triliun,"
paparnya.
Serapan belanja yang tinggi di awal tahun ini diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi dalam negeri.
Nah, terkait tujuan pencairan THR yang dimajukan, Purbaya punya alasan tersendiri. Selain untuk mendongkrak konsumsi masyarakat di kuartal I, pemberian di awal puasa juga diharapkan bisa mendorong masyarakat mudik lebih awal. Harapannya sih, bisa memecah kepadatan arus mudik yang biasanya memuncak mendekati hari H.
Jadi, intinya, THR tahun ini bukan cuma sekadar tambahan rezeki untuk menyambut Lebaran. Lebih dari itu, pemerintah berharap kebijakan ini bisa memberi efek berganda bagi perekonomian dan mobilitas masyarakat.
Artikel Terkait
Laba SUNI Turun 7% pada 2025, Tapi Masih Lampaui Target Revisi
Blue Bird Umumkan Strategi Gerak Cepat, Layan Tepat, Tumbuh Pesat Hingga 2026
Wall Street Melonjak Usai Trump Beri Isyarat Perdamaian dengan Iran
MNC Digital Entertainment (MSIN) Targetkan Dual Listing di Bursa Internasional pada 2026