Pembentukan Satgas Khusus
Merespons arahan tersebut, otoritas dan lembaga terkait segera bergerak. Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengonfirmasi bahwa pembentukan Satuan Tugas (Satgas) reformasi pasar modal sedang dipersiapkan. Kolaborasi ini melibatkan pemerintah dan organisasi pengatur mandiri (Self-Regulatory Organizations/SRO) di sektor pasar modal.
Satgas ini dibentuk dengan misi utama meningkatkan transparansi dan integritas, yang menjadi bagian dari agenda transformasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang lebih luas. Tujuannya jelas: memulihkan dan meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun internasional.
Friderica menjelaskan, "OJK bersama Bursa Efek efek, KSEI, dan Kliring Penjamin Efek, dan stakeholder terkait, berkomitmen melakukan reformasi integritas pasar modal yang didukung, akan membentuk Satgas reformasi integritas pasar modal."
Rencana Aksi Terstruktur
Reformasi yang digadang-gadang tidak sekadar wacana, tetapi telah dirancang dalam peta jalan yang terukur. Friderica memaparkan setidaknya ada delapan rencana aksi yang dikelompokkan ke dalam empat klaster strategis. Klaster-klaster tersebut mencakup kebijakan free float, peningkatan transparansi, perbaikan tata kelola beserta penegakan hukum, serta penguatan sinergi antarlembaga.
Langkah-langkah ini dirancang untuk menjawab kekhawatiran pasar global dan sekaligus menaikkan standar tata kelola pasar modal Indonesia.
"OJK bersama dengan Self Regulatory Organization, bersama dengan Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia, menyampaikan komitmen untuk melakukan bold and ambitious reforms di pasar modal Indonesia sesuai dengan best practices dan memenuhi ekspektasi Global Index Provider," pungkas Friderica menegaskan komitmen tersebut.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Stagnan, Harga Buyback Turun Rp80.000 per Gram
Harga Jual Emas Antam Stagnan, Harga Buyback Anjlok Rp80.000
Analis: Koreksi IHSG Belum Masuk Kategori Krisis Sistemik
Harga Minyak Jatuh 11% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran