Pasar saham kemarin benar-benar berdarah. IHSG ambruk lebih dari 7 persen, menciptakan kepanikan di antara investor. Di tengah situasi yang serba merah itu, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) memutuskan untuk turun tangan.
Perusahaan mengumumkan rencana besar: buyback saham senilai hingga Rp250 miliar. Langkah ini jelas ditujukan untuk menopang harga sahamnya sendiri, yang ikut terperosok 15 persen ke level Rp4.590 per lembar.
Menurut keterbukaan informasi yang mereka sampaikan, RAJA punya batasan. Jumlah saham yang dibeli nggak akan melebihi 20 persen dari modal ditempatkan, dengan syarat minimal 7,5 persen saham tetap beredar di pasar. Soal harga belinya, perusahaan bilang akan dilakukan pada level yang dianggap "baik dan wajar".
"Perseroan telah menyisihkan sejumlah dana untuk Buyback yang berasal dari dana lebih yang tidak akan mengganggu operasional perseroan,"
Begitu penjelasan manajemen RAJA, Kamis (29/1/2026). Mereka menegaskan, dana untuk aksi ini bersumber dari kas internal. Artinya, tidak ada utang baru atau beban biaya pembiayaan yang akan membebani perusahaan.
Rencananya, program stabilisasi pasar ini bakal berjalan cukup lama. Periode buyback ditetapkan mulai hari ini, 29 Januari, dan akan berlangsung hingga 28 April 2028. Mereka memberi diri waktu lebih dari dua tahun untuk melaksanakan rencana ini.
Di sisi lain, langkah RAJA ini diamati sebagai respons cepat terhadap gejolak. Dengan menyiapkan dana segar dari kas, mereka berusaha meredam sentimen negatif dan menunjukkan kepercayaan diri atas kondisi internal perusahaan. Sekarang, tinggal menunggu bagaimana pasar merespons.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020