Laporan kinerja PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 terbilang cukup menggembirakan. Selama rentang waktu 18 Desember hingga 4 Januari lalu, seluruh entitas dalam KAI Group berhasil mengangkut lebih dari 27 juta penumpang. Angka pastinya 27.256.397. Kalau dibandingin dengan tahun sebelumnya, ini naik sekitar 7,6 persen.
Menurut Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, pencapaian ini nggak cuma sekadar angka. Ini bukti bahwa kereta api tetap jadi pilihan utama masyarakat buat mobilitas, apalagi di momen ramai seperti pergantian tahun. Keterhubungan layanan, kata dia, punya peran krusial.
“Selama masa Nataru, KAI Group berupaya memastikan perjalanan masyarakat tetap berjalan aman, lancar, dan nyaman,” ujar Bobby lewat rilis tertulisnya, Senin (5/1).
“Kereta api hadir sebagai penghubung berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan antarkota, mobilitas perkotaan, hingga konektivitas menuju bandara dan destinasi wisata.”
Nah, kalau dirinci, layanan jarak jauh dan lokal KAI sendiri mengangkut sekitar 4,2 juta orang. Tapi, andalan utama justru ada di segmen perkotaan. Commuter Line di berbagai area seperti Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya mencatatkan angka yang fantastis: lebih dari 20 juta penumpang! Ini jelas jadi tulang punggung mobilitas harian di kawasan-kawasan padat itu.
Di sisi lain, layanan yang menghubungkan kereta dengan bandara juga cukup diminati. KA Bandara YIA dan Srilelawangsa ke Bandara Kualanamu total mengangkut sekitar 412 ribu pelanggan. Sementara untuk transportasi perkotaan modern, LRT Jabodebek dan LRT Sumsel masing-masing melayani 1,3 juta dan 321 ribu penumpang.
Artikel Terkait
Wall Street Melonjak Signifikan Usai AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata
BI Sebut Ruang Turunkan Suku Bunga Makin Sempit Imbas Gejolak Global
PT Asia Pramulia Beralih ke Impor Bahan Baku Akibat Konflik Timur Tengah
AISA Rencanakan Kuasi Reorganisasi untuk Hapus Akumulasi Kerugian Rp2,7 Triliun