KAI Catat Rekor 27 Juta Penumpang di Musim Libur Nataru

- Senin, 05 Januari 2026 | 15:30 WIB
KAI Catat Rekor 27 Juta Penumpang di Musim Libur Nataru

Laporan kinerja PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 terbilang cukup menggembirakan. Selama rentang waktu 18 Desember hingga 4 Januari lalu, seluruh entitas dalam KAI Group berhasil mengangkut lebih dari 27 juta penumpang. Angka pastinya 27.256.397. Kalau dibandingin dengan tahun sebelumnya, ini naik sekitar 7,6 persen.

Menurut Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, pencapaian ini nggak cuma sekadar angka. Ini bukti bahwa kereta api tetap jadi pilihan utama masyarakat buat mobilitas, apalagi di momen ramai seperti pergantian tahun. Keterhubungan layanan, kata dia, punya peran krusial.

“Selama masa Nataru, KAI Group berupaya memastikan perjalanan masyarakat tetap berjalan aman, lancar, dan nyaman,” ujar Bobby lewat rilis tertulisnya, Senin (5/1).

“Kereta api hadir sebagai penghubung berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan antarkota, mobilitas perkotaan, hingga konektivitas menuju bandara dan destinasi wisata.”

Nah, kalau dirinci, layanan jarak jauh dan lokal KAI sendiri mengangkut sekitar 4,2 juta orang. Tapi, andalan utama justru ada di segmen perkotaan. Commuter Line di berbagai area seperti Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya mencatatkan angka yang fantastis: lebih dari 20 juta penumpang! Ini jelas jadi tulang punggung mobilitas harian di kawasan-kawasan padat itu.

Di sisi lain, layanan yang menghubungkan kereta dengan bandara juga cukup diminati. KA Bandara YIA dan Srilelawangsa ke Bandara Kualanamu total mengangkut sekitar 412 ribu pelanggan. Sementara untuk transportasi perkotaan modern, LRT Jabodebek dan LRT Sumsel masing-masing melayani 1,3 juta dan 321 ribu penumpang.

Yang menarik, layanan berbasis pengalaman seperti kereta panoramic dan wisata dari KAI Wisata tetap punya peminat, di angka 24 ribuan. Kereta cepat Whoosh melesat dengan membawa hampir 363 ribu penumpang. Bahkan di Sulawesi Selatan, rute Makassar-Parepare yang masih baru itu sudah mengangkut 23 ribu lebih orang.

Bobby menegaskan, kelancaran ini bukan cuma urusan transportasi semata. Dampaknya terasa sampai ke sektor pariwisata dan ekonomi kerakyatan. Perjalanan yang lancar mendorong pergerakan wisatawan dan akhirnya menyokong usaha-usaha lokal di berbagai daerah.

Ke depan, Bobby bilang KAI akan terus memperkuat perannya. Integrasi antara layanan penumpang, angkutan barang, dan pemanfaatan teknologi akan jadi fokus. Tujuannya sederhana: membuat perjalanan dan logistik lebih efisien dan mudah diakses oleh siapa saja.

“Bagi kami, kualitas layanan dibangun dari konsistensi dan kepercayaan,” tutur Bobby.

“Setiap perjalanan yang lancar, tepat waktu, dan aman adalah bagian dari upaya KAI untuk menghadirkan sistem transportasi yang semakin terhubung dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.”

Dengan pengalaman operasional yang terus bertambah, perusahaan ini tampaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan dan kualitas. Pengembangan infrastruktur dan SDM dilakukan pelan-pelan namun pasti, agar bisa menjawab tantangan mobilitas nasional yang dinamis. Intinya, mereka ingin tetap relevan di hati masyarakat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar