Arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan milik ASDP terpantau lancar. Bahkan, bisa dibilang terkendali. Data terkini hingga Jumat (2/1) atau H-8 Nataru menunjukkan, pergerakan dari Sumatera menuju Jawa lewat Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencatat 607.767 penumpang. Angkanya naik tipis 0,4 persen. Sementara itu, kendaraan yang menyeberang mencapai 151.367 unit, atau meningkat lebih signifikan, 3,4 persen.
Di sisi lain, arus dari Jawa ke Sumatera lewat Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara justru lebih ramai. Dari H-10 hingga H 8, tercatat 688.455 orang menyeberang naik 3,5 persen dari tahun sebelumnya. Kendaraannya? Ada 150.736 unit. Meski jumlah orang bertambah, jumlah kendaraan malah turun 6,4 persen.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyebut situasi ini relatif landai.
"Arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 terpantau lancar terkendali. Kami mencatat layanan penyeberangan antarpulau berlangsung relatif landai, dengan pergerakan kendaraan masih didominasi truk logistik dan angkutan bus," jelasnya dalam keterangan resmi Minggu (4/1).
Data dari Posko Bakauheni sepertinya membenarkan pernyataan Heru. Tercatat, truk logistik yang menyeberang pada H 8 naik 9,2 persen. Angkutan bus juga ikut merangkak naik 6,7 persen. Tapi, kalau dilihat secara agregat untuk arus Sumatera-Jawa di hari yang sama, total kendaraannya justru turun 5,7 persen, menjadi 7.420 unit. Jumlah penumpangnya juga sedikit berkurang, sekitar 1,2 persen, menjadi 30.617 orang.
Menurut Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, tren serupa terlihat di lintasan sebaliknya. Pergerakan dari Jawa ke Sumatera perlahan melandai seiring berakhirnya puncak liburan.
"Pelabuhan bukan hanya tempat berpindah, tetapi tempat bertemu. Di sinilah perjalanan bersentuhan dengan cerita, dan ekonomi bertemu dengan budaya," ujar Windy.
Dia merinci, jumlah truk logistik di lintas ini anjlok 46,5 persen, sementara bus turun 4 persen. Secara keseluruhan, penumpang dari Jawa ke Sumatera turun 10,3 persen dan kendaraan menyusut 21,3 persen. Penurunan ini, kata Windy, wajar saja. Ini pertanda pola perjalanan mulai kembali normal setelah gegap gempita libur panjang.
Nuansa liburan ternyata tak hanya terasa di kapal. Dari 29 Desember hingga 4 Januari lalu, Siger Park di kawasan Bakauheni Harbour City (BHC) ramai jadi tujuan wisata. Kawasan itu hidup dengan berbagai aktivitas: pertunjukan musik, atraksi budaya khas Lampung, sampai Festival Kuliner yang melibatkan puluhan pelaku UMMS lokal.
ASDP juga tak lupa mengajak pengunjung berbagi. Di tengah kemeriahan, mereka mengingatkan soal saudara-saudara yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sibolga. Sebuah Stand Donasi sengaja dibuka di BHC selama festival berlangsung, mengajak pengunjung untuk menyisihkan sebagian kebahagiaan mereka.
Artikel Terkait
BEI Bakal Evaluasi Kebijakan Full Call Auction di Kuartal II
Analis Proyeksikan IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Pekan Depan
Wall Street Hadapi Pekan Penuh Tantangan: Laporan Nvidia dan Dampak Putusan Tarif Trump Jadi Sorotan
Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India untuk Dukung Logistik Koperasi Desa