Imbal Hasil JGB 10 Tahun Tembus Level Tertinggi Sejak 1999, Tutup Tahun Penuh Gejolak

- Selasa, 30 Desember 2025 | 22:00 WIB
Imbal Hasil JGB 10 Tahun Tembus Level Tertinggi Sejak 1999, Tutup Tahun Penuh Gejolak

Hari terakhir perdagangan di tahun 2025, Selasa (30/12), kembali mencatat kenaikan untuk imbal hasil Obligasi Pemerintah Jepang. Tren naik ini seolah jadi penutup yang pas untuk sebuah tahun yang benar-benar bergejolak di pasar obligasi Negeri Sakura.

Mengutip Reuters, imbal hasil JGB dengan tenor 10 tahun bertambah dua basis poin, mencapai 2,075 persen. Angka itu mendekati level puncak 2,1 persen yang sempat disentuh pekan lalu, dan yang terpenting, ini adalah level tertinggi sejak Februari 1999. Bayangkan saja, sepanjang tahun ini saja, imbal hasil obligasi patokan itu telah melonjak hampir satu poin persentase penuh. Itu kenaikan tahunan terbesar yang pernah terjadi dalam tiga dekade, tepatnya sejak 1994.

Lonjakan tajam ini tak datang tiba-tiba. Pasar digerogoti kekhawatiran mendalam soal kondisi keuangan Jepang. Di satu sisi, Bank Sentral Jepang (BOJ) perlahan mengurangi pembelian obligasinya. Di sisi lain, inflasi ternyata makin sulit dikendalikan. Belum lagi strategi pemerintah yang masih bertumpu pada stimulus fiskal berskala besar. Kombinasi semua faktor itu menciptakan badai yang sempurna.

Isu kenaikan suku bunga pun kian menghangat. Ringkasan pandangan dari pertemuan terakhir BOJ yang dirilis Senin kemarin mengungkap sesuatu: sejumlah anggota dewan gubernur merasa kenaikan suku bunga lanjutan mutlak diperlukan untuk meredam tekanan inflasi yang membandel.

Lalu, kapan kenaikan berikutnya akan terjadi?

Ekonom Pasar Senior dari Mizuho Securities, Yusuke Matsuo, punya pandangan. Menurutnya, pertemuan Juli nanti adalah peluang paling memungkinkan. Tapi, ia juga memberi catatan. Waktu itu bisa saja dimajukan lebih cepat jika yen terus terdepresiasi terhadap dolar AS.

“Pertahanan nilai tukar bisa menjadi prioritas utama, yang berpotensi mempercepat laju kenaikan suku bunga,” tulis Matsuo dalam catatan analisisnya.

Di lapangan, imbal hasil JGB tenor dua tahun yang paling sensitif dengan sinyal kebijakan moneter naik satu bps ke 1,165 persen. Ini terjadi setelah BOJ, awal bulan ini, menaikkan suku bunga acuan ke 0,75 persen. Level itu adalah yang tertinggi dalam 30 tahun terakhir, naik dari posisi sebelumnya 0,5 persen.

Namun begitu, tidak semua tenor bergerak naik. Ada sedikit penurunan di obligasi jangka panjang. Imbal hasil untuk JGB 20 tahun turun 1,5 bps menjadi 2,985 persen, sementara tenor 30 tahun juga turun dengan porsi yang sama, ke level 3,41 persen.

Tahun 2025 pun ditutup dengan catatan sejarah untuk pasar obligasi Jepang, meninggalkan tanda tanya besar untuk langkah BOJ dan ketahanan fiskal pemerintah di tahun-tahun mendatang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar