Pemegang Saham Besar BUMI Lepas 4,45 Miliar Saham di Tengah Kenaikan Harga

- Selasa, 30 Desember 2025 | 17:40 WIB
Pemegang Saham Besar BUMI Lepas 4,45 Miliar Saham di Tengah Kenaikan Harga

Harga saham BUMI memang sedang panas-panasnya, melesat hingga 50 persen hanya dalam sebulan. Tapi justru di momen inilah, salah satu pemegang saham besarnya malah memilih untuk keluar secara perlahan. Chengdong Investment Corporation, anak usaha China Investment Corporation (CIC), tercatat melepas saham BUMI lagi sepanjang Desember 2025.

Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 4,45 miliar saham. Aksi jual ini membuat porsi kepemilikannya di perusahaan tambang milik Bakrie-Salim Group itu terus menciut, tinggal menyisakan sekitar 6 persen saja.

Menurut keterbukaan informasi yang dirilis Senin (29/12/2025), Chengdong menyebut tujuannya sederhana: divestasi.

"Tujuan transaksi untuk divestasi," begitu bunyi pernyataan resmi mereka.

Ini bukan aksi jual pertama tentunya. Sepanjang tahun 2025, Chengdong sudah melepas hampir 17 miliar saham BUMI. Padahal, di awal tahun, mereka masih mengantongi 39,21 miliar saham atau setara 10,56 persen. Pelan-pelan tapi pasti, mereka mengurangi eksposur.

Lantas, dari mana awal mula kepemilikan saham segitu besar ini? Ceritanya berawal dari 2022. Saat itu, BUMI punya utang ke Chengdong. Nah, utang itu kemudian disepakati untuk dikonversi jadi saham skema debt to equity swap namanya. Ini bagian dari strategi besar BUMI untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Hasilnya, Chengdong mendapat saham BUMI sebanyak 39,65 miliar lembar, yang waktu itu setara dengan 27,68 persen dari modal perusahaan.

Meski terus dijual, sisa saham Chengdong di BUMI masih terbilang gendut. Mereka masih memegang sekitar 22,28 miliar saham, atau setara 5,99 persen. Nilainya pun masih fantastis.

Di sisi lain, pergerakan harga saham BUMI sendiri cukup bergejolak bulan ini. Sahamnya sempat menyentuh level Rp406 rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir sebelum akhirnya terkoreksi. Chengdong sendiri melakukan penjualan di rentang harga Rp245 sampai Rp388 per saham. Pada perdagangan sore tadi, BUMI ditutup stagnan di harga Rp366.

Dengan harga pasar saat ini, portofolio saham BUMI milik Chengdong yang tersisa itu masih bernilai sekitar Rp8,15 triliun. Angka yang sangat besar, meski sudah jauh berkurang dari posisi awalnya.

Jadi, meski terus dijual, Chengdong belum benar-benar angkat kaki dari BUMI. Mereka masih punya posisi signifikan. Yang jelas, langkah divestasi bertahap ini menjadi sinyal menarik untuk diamati, di tengah euforia kenaikan harga komoditas batu bara.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar