Menariknya, pergerakan ketiga saham ini sepanjang 2025 benar-benar luar biasa. Ambil contoh FOLK, yang meroket hingga 880 persen sejak Januari. SSTM juga tak kalah fantastis, dengan kenaikan mencapai 878 persen dalam periode yang sama.
Sementara itu, SOTS punya cerita sendiri. Sahamnya melonjak akumulatif 250 persen sepanjang tahun, didorong oleh rencana perusahaan untuk menggelar rights issue. Kenaikan yang cukup signifikan, bukan?
Di sisi lain, BEI juga melakukan pembersihan di papan FCA. Dua saham akhirnya dikeluarkan dari pemantauan khusus, yaitu PT MD Entertainment Tbk (FILM) dan PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT). Jadi, ada yang masuk, ada juga yang keluar.
Nah, dengan skema FCA ini, perdagangan ketiga saham tadi bakal punya mekanisme lelang penuh. Artinya, likuiditas dan volatilitasnya akan diawasi lebih ketat. Kita lihat saja bagaimana dinamikanya nanti di pasar.
Artikel Terkait
Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 60% di Tengah Masa Transisi Operasional
Laba Bersih Chandra Asri Melonjak 2.662% Jadi Rp 23,8 Triliun pada 2025
IHSG Berbalik Anjlok 1,21% di Sesi I, Sektor Energi dan Industri Tertekan
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor