Di sisi lain, usulan dari parlemen memang punya alasan sendiri. Charles Honoris, Wakil Ketua Komisi IX DPR, mengkhawatirkan efektivitas pendistribusian MBG saat libur sekolah. Menurutnya, dana itu jauh lebih mendesak jika dipakai untuk pemulihan gizi pengungsi dan perbaikan fasilitas kesehatan di daerah yang porak-poranda.
Namun begitu, Badan Gizi Nasional (BGN) tampaknya tak bergeming. Mereka menyatakan bahwa keputusan akhir soal perubahan anggaran sepenuhnya ada di tangan Presiden dan Kementerian Keuangan.
Sambil menunggu keputusan, BGN tetap menjalankan program MBG selama masa libur. Caranya? Paket makanan dikirim langsung ke rumah siswa. Langkah ini diambil agar serapan anggaran tetap sesuai target, sekaligus memastikan bantuan sampai ke penerima yang tepat.
Jadi, untuk saat ini, kedua program tetap berjalan. Anggaran bencana dipakai untuk pemulihan, sementara MBG terus digulirkan sesuai skema yang sudah direncanakan.
Artikel Terkait
Wall Street Anjlok, Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal Trump Tekan Pasar
MORA Siapkan Buyback Rp1,02 Triliun Jelang Merger dengan EMR
Obligasi dan Sukuk RATU Tembus Oversubscription 6,8 Kali Lipat
ENVY Rencanakan Akuisisi 99% Saham Delapan Media Komunikasi