CBRE Pacu Operasional dengan Pinjaman Jangka Panjang dan Kontrak Kapal 8 Tahun

- Rabu, 17 Desember 2025 | 13:50 WIB
CBRE Pacu Operasional dengan Pinjaman Jangka Panjang dan Kontrak Kapal 8 Tahun

Laporan keuangan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) per akhir September 2025 menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan. Liabilitas tidak lancar perusahaan melonjak, tepatnya naik Rp51,2 miliar. Pemicu utamanya? Perolehan pinjaman bank jangka panjang. Menurut pihak perusahaan, dana segar itu dipakai buat biaya operasional dan sekaligus memperkuat pondasi pendanaan mereka, terutama dalam menjalani kontrak kerja sama yang berjangka panjang.

Di sisi lain, aset lancar CBRE juga ikut merangkak naik. Per 30 September 2025, posisinya bertambah Rp45,5 miliar. Kenaikan ini terutama didorong oleh kas dan setara kas yang membengkak, yang sumbernya juga berasal dari pinjaman bank tadi. Intinya, dana itu dipakai untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari dan mengoptimalkan aset yang sudah dimiliki.

Dalam pernyataan resminya, manajemen CBRE berusaha menegaskan posisi mereka.

“Setiap keputusan strategis yang kami ambil punya satu tujuan utama: menjaga keberlangsungan usaha di tengah tantangan industri yang tidak mudah. Kami juga sadar betul dinamika pasar modal bisa bergejolak. Ke depan, komitmen kami tetap sama: menjalankan bisnis secara profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab,”

tulis perusahaan dalam materi Public Expose yang dirilis Rabu (17/12/2025).

Sebelum laporan keuangan ini dirilis, CBRE sebenarnya sudah lebih dulu mengantongi angin segar. Awal November lalu, perseroan mengamankan kontrak kerja sama yang cukup menjanjikan. Mereka bekerja sama dengan PT Gunanusa Utama Fabricators untuk menyewa kapal Gunanusa Hai Long 106 dengan skema time charter.

Kontraknya tidak main-main, berlaku untuk delapan tahun sejak Bast On-Hire. Tarif sewanya pun menarik: USD 90.000 per hari untuk operasi, dan USD 50.000 per hari untuk masa siaga. Sebuah nilai kontrak yang tentu saja memberi dampak strategis.

Nah, terkait kapal tersebut, ada penyesuaian nama. Dari sebelumnya Hai Long 106, diubah menjadi Gunanusa Hai Long 106. Perubahan ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari penyesuaian administratif dan legal yang wajib dipenuhi sesuai aturan pelayaran. Semua sedang dipersiapkan dengan matang.

Untuk saat ini, kapal tersebut masih bersandar di Pelabuhan Marina South Pier, Singapura. Di sana, kapal sedang menjalani survei fisik menyeluruh. Proses ini adalah bagian krusial dari penandatanganan Protocol of Delivery and Acceptance (PODA). Tujuannya jelas: memastikan kapal benar-benar siap operasi, khususnya untuk mendukung proyek-proyek migas dalam negeri yang menunggu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler