Minyak Mentah Jatuh ke Titik Terendah Tiga Tahun, Pasar Komoditas Bergejolak

- Rabu, 17 Desember 2025 | 08:12 WIB
Minyak Mentah Jatuh ke Titik Terendah Tiga Tahun, Pasar Komoditas Bergejolak

Harga minyak mentah dunia benar-benar anjlok pada Selasa kemarin. Levelnya bahkan mencapai titik terendah yang belum pernah terjadi sejak awal tahun 2021 lalu. Sentimen pasar tampak suram, didorong oleh dua hal utama: kekhawatiran pasokan yang berlebih dan isu geopolitik.

Di sisi lain, prospek perdamaian antara Rusia dan Ukraina yang kian menguat justru memberi tekanan tambahan. Banyak yang mulai berharap, jika perundingan berjalan mulus, sanksi-sanksi internasional bisa segera dilonggarkan. Hal ini berpotensi membuka keran pasokan minyak yang lebih deras lagi ke pasar global.

Mengutip data dari Reuters, minyak mentah Brent berjangka terpangkas USD 1,64 menjadi USD 58,92 per barel. Sementara itu, patokan AS, West Texas Intermediate (WTI), juga melemah ke level USD 55,27 per barel.

Batu Bara: Stabil di Tengah Kemelut

Berbeda dengan minyak, harga batu bara justru bertahan. Pada penutupan perdagangan yang sama, komoditas ini tidak menunjukkan perubahan signifikan. Angkanya tetap bertengger di USD 108,60 untuk setiap tonnya.

CPO Ikut Tertekan

Nasib serupa dialami minyak kelapa sawit atau CPO. Harganya turun cukup dalam, tepatnya 1,12 persen. Akibatnya, nilai CPO menyentuh level MYR 3.961 per ton di akhir sesi.

Nikel dan Timah: Arah Berbeda

Pergerakan harga di pasar logam dasar pun beragam. Nikel, misalnya, tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,28 persen. Posisinya sekarang ada di USD 14.255 per ton.

Sementara itu, timah justru bergerak ke arah sebaliknya. Logam ini berhasil menguat, meski hanya sedikit, yaitu 0,19 persen. Harga timah akhirnya menetap di angka USD 41.025 per ton.

Begitulah kondisi pasar komoditas Selasa lalu. Minyak jadi sorotan utama karena jatuhnya yang cukup dramatis, sementara komoditas lain bergerak dengan dinamikanya masing-masing.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler