Dalam sidang kabinet yang digelar belum lama ini, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto punya usulan khusus untuk Presiden Prabowo Subianto. Intinya sederhana: menerapkan skema work from anywhere atau WFA pada tanggal 29, 30, dan 31 Desember 2025.
Menurut Airlangga, kebijakan ini bukan sekadar urusan libur. Ia meyakini, memberi fleksibilitas kerja di ujung tahun bisa memberi dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi di kuartal IV. Di sisi lain, skema ini juga diharapkan bisa mengurai kepadatan arus mudik dan mobilitas warga yang biasanya memuncak saat peralihan Natal ke Tahun Baru 2026.
"Saya mengusulkan penerapan skema Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 29 sampai 31 Desember 2025,"
ungkap Airlangga lewat unggahan Instagram-nya, Selasa (16/12).
Rapat kabinet itu sendiri tak cuma membahas usulan WFA. Airlangga juga menyampaikan laporan terkini soal kondisi perekonomian nasional. Beberapa indikator utama, katanya, menunjukkan tren yang cukup menggembirakan jelang tutup tahun.
"Ini mencerminkan daya tahan ekonomi nasional yang tetap terjaga di tengah berbagai tantangan,"
tambahnya.
Pembahasan juga menyentuh rencana pemerintah menangani dampak bencana alam di Sumatera. Rencananya, akan ada keringanan kredit dan kemudahan akses pembiayaan untuk pelaku usaha yang terdampak. Tujuannya jelas: memacu pemulihan ekonomi di daerah-daerah yang porak-poranda.
"Saya juga menyampaikan rencana kebijakan keringanan kredit dan kemudahan akses pembiayaan bagi para pelaku usaha yang terdampak. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk segera menggerakkan kembali roda perekonomian di wilayah-wilayah yang dilanda bencana,"
jelas Airlangga.
1,52 Juta Tiket Kereta Sudah Terjual Jelang Nataru
Sementara itu, antusiasme masyarakat untuk mudik atau liburan akhir tahun sudah mulai terlihat nyata. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, hingga Selasa (16/12) pukul 8 pagi, sudah terjual 1,52 juta lebih tiket untuk periode Natal dan Tahun Baru.
Angka itu setara dengan 43,4% dari total kapasitas tempat duduk yang disiapkan. Trennya naik, seiring hari yang kian mendekati puncak liburan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, membeberkan rinciannya. Untuk kereta jarak jauh, penjualannya sudah mencapai 1,45 juta tiket atau lebih dari 52% dari kapasitas. Sedangkan untuk kereta lokal, baru terjual sekitar 73 ribu tiket.
"Dari total penjualan tersebut, tiket kereta api jarak jauh terjual 1.448.084 tiket atau 52,4 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Sementara itu, kereta api lokal mencatat penjualan 73.682 tiket, setara 9,9 persen dari total 745.056 tempat duduk,"
kata Anne.
Perbedaan angka itu wajar. Karakter penjualan tiket kereta lokal memang beda. Tiketnya baru bisa dibeli tujuh hari sebelum keberangkatan. Jadi, lonjakan penjualan untuk rute ini masih akan terjadi nanti, mendekati hari-H perjalanan.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020