Di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Senayan, Senin lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan target ambisiusnya. Pemerintah mengejar penerimaan dari bea keluar untuk dua komoditas: emas dan batu bara. Angkanya? Capai Rp 23 triliun di tahun depan.
"Emas Rp 3 triliun setahun. Batu bara Rp 20 triliun," ujar Purbaya dalam rapat kerja itu.
Namun begitu, realisasinya bertahap. Untuk APBN 2026, hanya kontribusi dari emas yang sudah diakomodasi. Sementara itu, penerimaan dari batu bara belum dimasukkan ke dalam anggaran. Soalnya, tarifnya masih jadi bahan perdebatan dan diskusi yang alot.
Langkah ini, bagi Purbaya, adalah gerakan pembuka. Tujuannya jelas: menambal defisit anggaran yang selama ini menganga.
"Ini langkah pertama untuk menutup defisit dulu, mengurangi defisit kita," tegasnya.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Bahan Baku, Produsen Kemasan EPAC Naikkan Harga Jual
BEI Perpanjang Penundaan Transaksi Short Selling hingga September 2026
Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Program Mudik Gratis Pemerintah Berangkatkan 500 Pemudik dari Jakarta