Perdagangan saham kemarin ditutup dengan sentimen positif, IHSG menguat hampir satu persen ke level 8.710. Yang menarik, penguatan ini didukung volume pembelian yang cukup signifikan. Tapi, apakah momentum ini bisa bertahan?
Analis MNC Sekuritas dalam risetnya pagi ini melihat ada tantangan di depan. Posisi indeks saat ini masih tertahan oleh apa yang mereka sebut sebagai fibo cluster sekaligus resistance. Break dari area itu jadi kunci.
"Namun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya koreksi minor ke rentang area 8.565-8.680,"
Begitu bunyi laporan mereka, Selasa (9/12/2025). Jadi, ada dua skenario. Kalau berhasil tembus, IHSG berpeluang menguji area yang lebih tinggi, yaitu 8.737 sampai 8.768. Tapi kalau gagal, ya siap-siap saja untuk koreksi kecil tadi. Untuk hari ini, level support diperkirakan di 8.617 dan 8.592, sementara resistance ada di 8.769 dan 8.809.
Nah, selain proyeksi indeks, MNC Sekuritas juga merilis sejumlah saham pilihan. Rekomendasinya beragam, dari spec buy sampai buy on weakness.
ADMR, misalnya, masuk kategori spec buy. Saham ini melonjak 12% ke Rp1.445 kemarin dengan volume yang bagus. Analis memperkirakan posisinya sedang dalam gelombang naik tertentu. Mereka kasih target Rp1.500 bahkan Rp1.656, dengan batas aman stoploss di bawah Rp1.325.
Di sisi lain, ada INCO yang dapat rekomendasi buy on weakness. Meski naik 2.57%, pergerakannya masih terhalang MA20. Targetnya sekitar Rp4.060 hingga Rp4.170. Kalau mau masuk, tunggu di area Rp3.910-3.960 dan pasang stoploss di bawah Rp3.850.
KLBF juga dapat sinyal serupa, buy on weakness. Kenaikan 2.59%-nya kemarin masih terbentur MA60. Analis melihat ini sebagai awal gelombang naik. Rekomendasi beli di kisaran Rp1.150-1.170, dengan target Rp1.230 dan stoploss ketat di bawah Rp1.135.
Terakhir, MDKA. Ini menarik karena sahamnya mampu tembus cluster MA20 dan MA60 dengan kenaikan 4.48%. Selama harga bertahan di atas Rp2.200, analis melihat potensi untuk wave lanjutan. Mereka rekomendasikan beli saat melemah di rentang Rp2.250-2.300, target Rp2.360 dan Rp2.520.
Jadi, hari ini pasar punya bahan untuk bergerak. Tinggal tunggu aksi para pelaku, apakah mau dorong break resistance atau justru ambil untung dulu dan picu koreksi.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020