Senin kemarin (8/12/2025), pasar saham kita menutup dengan semangat yang cukup tinggi. IHSG berhasil menguat hampir satu persen, tepatnya 0,90%, dan naik 77,93 poin ke level 8.710,69. Angka itu bukan sekadar kenaikan biasa ini adalah rekor penutupan tertinggi baru yang berhasil dicatat oleh indeks acuan kita.
Sepanjang hari, pergerakannya cukup dinamis. IHSG sempat menyentuh level intraday tertinggi di 8.720,09 sebelum akhirnya sedikit melandai. Rentang hariannya berada antara 8.642,06 dan puncak tadi. Suasana pasar terlihat optimis, tercermin dari 402 saham yang menguat. Meski begitu, masih ada 282 saham yang melemah dan 273 lainnya cenderung datar.
Transaksi berlangsung cukup ramai. Frekuensinya mencapai 2,881 juta kali dengan volume perdagangan yang menembus 55,88 miliar saham. Nilainya? Tidak main-main, Rp26,97 triliun berpindah tangan. Kapitalisasi pasar pun terdongkrak, bertengger di posisi Rp16.004 triliun.
Indeks-indeks utama lainnya juga ikut merasakan angin segar. LQ45 naik 0,92% ke 855,07, sementara IDX30 bertambah 0,44% ke 442,13. Pasar syariah tak ketinggalan; ISSI melonjak 1,06% dan JII menguat 0,78%.
Kalau dilihat dari sektoral, ada beberapa yang kinerjanya benar-benar mencolok. Sektor kesehatan, misalnya, melesat 2,80% dan jadi penguat terbesar. Di sisi lain, sektor teknologi juga menunjukkan taringnya dengan kenaikan signifikan 2,64%. Sektor energi tak mau kalah, menguat 2,73%. Transportasi dan infrastruktur pun ikut meramaikan, dengan kenaikan masing-masing 2,17% dan 2,05%.
Nah, untuk saham-saham individual, beberapa emiten di LQ45 tampil sebagai pahlawan. ADMR (PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk) meroket 12,02% ke Rp1.445. GOTO (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk) juga impresif, naik 9,38% ke Rp70.
DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk) menguat 7,23%, sementara BUMI (PT Bumi Resources Tbk) naik 5,88%.
Tentu, tidak semua saham beruntung. Ada juga yang justru tertekan dan masuk dalam daftar top losers. UNTR (PT United Tractors Tbk) misalnya, anjlok 4,86%. UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk) melemah 3,32%.
SCMA (PT Surya Citra Media Tbk) dan BRPT (PT Barito Pacific Tbk) juga ikut terkoreksi, masing-masing turun 3,00% dan 2,86%. Jadi, meski pasar secara umum hijau, tetap ada cerita berbeda di beberapa kounter.
Begitulah kira-kira gambaran perdagangan Senin lalu. Pasar mencatat rekor baru, dengan sentimen positif yang masih terasa kuat di hampir semua lini.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020