Ada tren menarik yang tercatat di data Lembaga Penjamin Simpanan belakangan ini. Jumlah rekening yang dijamin LPS ternyata menyusut. Penurunan ini, menurut sejumlah pihak, erat kaitannya dengan maraknya pembahasan soal rekening dormant atau tak aktif di sepanjang tahun.
Dimas Yuliharto, Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS, mengakuinya. Menurut dia, fenomena penutupan rekening dormant adalah penyebab paling jelas di balik perubahan angka itu. Banyak bank, terutama yang berskala besar, mulai getol membereskan data dengan cara menutup rekening tak aktif secara otomatis.
“Kalau dilihat dari data di website LPS, terjadi penurunan dari 662,08 juta rekening menjadi 657,19 juta rekening per September,” jelas Dimas saat berbincang dengan wartawan di Bandung.
“Ini terjadi karena kebijakan rekening dormant. Isu itu mencuat, sehingga bank-bank mencoba membuat kebijakan agar rekening dormant ini close by system,” imbuhnya.
Soal tenggat waktunya, tiap bank punya aturan sendiri. Ada yang menetapkan 180 hari tanpa transaksi, ada pula yang lebih lama. “Itu salah satunya,” katanya singkat.
Hebohnya isu dormant rupanya memicu aksi. Bank-bank langsung gesit melakukan evaluasi internal. Tujuannya jelas: memperbaiki kualitas data dan, yang tak kalah penting, memangkas risiko penyalahgunaan. Rekening yang menganggur terlalu lama memang sering jadi sasaran empuk.
Nyatanya, rekening mati itu rentan banget disalahgunakan. Sering jadi tempat numpang lewat dana haram. Mulai dari hasil penipuan, peredaran narkoba, sampai transaksi judi online. Informasi dari akun resmi PPATK, @ppatk_indonesia, menyoroti hal ini.
Merespons risiko itu, PPATK pun ambil langkah. Mereka memberlakukan pemblokiran sementara untuk rekening dormant mulai 18 Mei 2025 nanti. Kewenangan ini mereka ambil dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010. Kebijakan ini tentu saja untuk menjaga sistem keuangan kita agar lebih bersih dan aman. Buat nasabah yang merasa keblokir tidak semestinya, PPATK juga menyediakan jalur untuk mengajukan keberatan.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020