HIPMI Jaya Bentuk Badan Khusus untuk Pacu Pengusaha Muda Masuk Bursa

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 18:15 WIB
HIPMI Jaya Bentuk Badan Khusus untuk Pacu Pengusaha Muda Masuk Bursa

HIPMI Jaya, organisasi yang mewadahi para pengusaha muda di Jakarta, punya misi baru. Mereka mendorong anggotanya untuk serius mempertimbangkan pasar modal sebagai sumber dana. Bukan sekadar ajakan biasa, langkah konkretnya adalah dengan membentuk sebuah badan khusus.

Badan itu bernama BASNOM Capital Market & IPO HIPMI Jaya. Intinya, mereka ingin badan ini jadi penghubung. Tujuannya jelas: agar para pengusaha muda anggota HIPMI bisa paham betul seluk-beluk dunia pasar modal, yang sering dianggap rumit itu.

Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, Ryan Haroen, punya pandangan yang cukup menarik soal ini. Bagi dia, pasar modal itu bukan cuma soal cari duit.

"Sebagai organisasi pengusaha, HIPMI Jaya melihat pasar modal bukan hanya sebagai sarana pendanaan, tapi juga sebagai instrumen peningkatan tata kelola dan valuasi perusahaan," ujarnya, Sabtu lalu.

Pernyataan Ryan itu disampaikan dalam acara peresmian pengurus BASNOM. Acaranya sendiri dihadiri sejumlah nama besar, seperti Tito Sulistio, mantan Dirut BEI yang kini di OJK, dan Indra Sri Widodo dari BDO Indonesia. Jadi, gayungnya sudah bersambut.

Ryan berharap, dengan adanya badan khusus ini, komunikasi antara pengusaha dan pelaku pasar modal bisa lebih lancar. Kolaborasi strategis pun bisa terbangun.

"Dengan adanya Basnom ini, kami berharap dapat mengubah potensi menjadi valuasi," jelas Ryan. Dia menambahkan, banyak anggota yang bisnisnya sebenarnya sudah bagus, omset tumbuh, tapi kurang panduan terstruktur untuk melangkah lebih jauh, seperti menuju IPO.

Di sisi lain, Tito Sulistio yang hadir sebagai pembicara memberi penekanan berbeda. Dia bicara soal peran strategis pasar modal dalam konstelasi ekonomi yang lebih luas.

"Pasar modal itu barometer ekspektasi masa depan. Maka biasanya dia naik sebelum naiknya perekonomian, dan turun sebelum mengantisipasi pelemahan yang terjadi," kata Tito.

Pandangan lain datang dari Karaeng Raja Adjie, yang ditunjuk sebagai Ketua BASNOM. Dia mencoba meluruskan persepsi. Menurutnya, jangan memisahkan secara kaku antara sektor finansial dan sektor riil. Keduanya bisa saling menguatkan.

"Mayoritas pengusaha HIPMI Jaya yang bergerak di sektor riil perlu menyadari bahwa kita semua adalah investor setidaknya karena kita memiliki perusahaan tertutup sebagai kendaraan investasi," tegas Karaeng.

Dia berargumen, ketika seorang pengusaha melek pasar modal dan bisa membaca tren ekonomi, itu akan jadi fondasi yang kokoh untuk strategi jangka panjang.

Lalu, apa target ke depannya? BASNOM ini ingin meningkatkan jumlah anggota HIPMI Jaya yang terjun ke pasar modal. Tak cuma jumlah, tapi juga kecerdasan finansial mereka, khususnya dalam hal pendanaan. Karaeng optimis, kehadiran BASNOM akan mempercepat dan merapikan langkah para pengusaha muda itu untuk terlibat di bursa.

Jadi, geraknya sudah dimulai. Tinggal nanti hasilnya seperti apa.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler