Klaim 45 Menit Jakarta-Bandung: Kementerian PUPR dan Waskita Karya Lakukan Pembahasan Ulang
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pembahasan mendalam dengan PT Waskita Karya terkait klaim waktu tempuh perjalanan Jakarta-Bandung melalui Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan). Pembahasan ini dilakukan menyusul adanya pernyataan bahwa tol baru ini dapat memangkas waktu tempuh menjadi hanya 45 menit.
Dalam penjelasannya, Dody menyatakan bahwa angka 45 menit untuk perjalanan dari Jakarta ke Bandung masih perlu dikaji ulang. "Kayaknya lagi kita dalami sama-sama Waskita, kayaknya mestinya memangkas (waktu tempuh) harusnya, kayaknya bukan (45 menit Jakarta-Bandung)," ujar Dody dalam pertemuan di Lemhanas, Jakarta Pusat.
Perhitungan Waktu Tempuh yang Berbeda
Klaim 45 menit dari Waskita Karya berbeda dengan perhitungan resmi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR. Kepala BPJT, Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa perhitungan 45 menit tersebut sebenarnya adalah waktu tempuh untuk ruas Tol Japek II Selatan saja, yaitu dari Gerbang Tol (GT) Jatiasih hingga GT Sadang yang memiliki panjang 62 kilometer.
Perhitungan BPJT didasarkan pada asumsi kecepatan rata-rata kendaraan sebesar 80 km per jam. "Dari Jatiasih sampai Sadang 62 km, itu logis kalau 45-46 menit," jelas Wilan. Untuk jarak keseluruhan dari Pasteur (Bandung) ke Jatiasih (Jakarta) yang mencapai sekitar 132 km, waktu tempuh tentu akan lebih lama dari klaim 45 menit tersebut.
Progres Pembangunan Tol Japek II Selatan
Proyek strategis nasional ini telah mencatatkan progres konstruksi fisik sebesar 72,04 persen. Progres pembebasan lahan secara keseluruhan也已 mencapai 81,53 persen. Tol sepanjang 62 km ini nantinya akan menghubungkan Jalan Tol JORR di Jatiasih dengan Jalan Tol Purbaleunyi di Sadang.
Berikut rincian progres pembangunan per paket:
- Paket 1 (Seksi 1 & 2): Jatiasih-Bantargebang-Setu (7,25 km) dengan progres pembebasan lahan 9,84%.
- Paket 2A (Seksi 3): Setu-Sukaragam (10,50 km) dengan progres lahan 86,09% dan konstruksi 70,32%.
- Paket 2B (Seksi 4): Sukaragam-Bojongmangu (13 km) dengan progres lahan 97,86% dan konstruksi 68,10%.
- Paket 3 (Seksi 5 & 6): Bojongmangu-Kutanegara-Sadang (31,25 km) dengan progres lahan 98,03% dan konstruksi 90,45%.
Tiga Pilihan Tol Jakarta-Bandung
Keberadaan Tol Japek II Selatan akan memberikan tiga alternatif rute tol untuk perjalanan antara Jakarta dan Bandung. Selain ruas baru ini, pengendara dapat memilih Tol Jakarta-Cikampek (Japek) eksisting dan Tol Jakarta-Cikampek Elevated (MBZ).
Kombinasi ketiga ruas tol ini diharapkan dapat memberikan pilihan yang lebih efisien bagi pengguna jalan. Japek eksisting akan tetap berfungsi sebagai jalur utama, sementara Japek Elevated menawarkan perjalanan yang lebih lancar tanpa gangguan arus kendaraan berat. Adapun Japek II Selatan akan menjadi alternatif baru yang membantu mengurai kepadatan lalu lintas di koridor utama.
Proyek ini juga akan dilengkapi dengan tujuh Simpang Susun (SS), yaitu SS Jatiasih, SS Bantargebang, SS Setu, SS Sukaragam, SS Bojongmangu, SS Kutanegara, dan SS Sadang untuk memastikan konektivitas yang optimal.
Artikel Terkait
Kadin Desak Prabowo Batalkan Rencana Impor 105.000 Mobil Pick-up dari India
Harga Emas Melonjak Didorong Perlambatan Ekonomi AS dan Ketidakpastian Kebijakan Trump
OJK Denda Influencer Saham Rp5,35 Miliar, Praktik Goreng Saham Berevolusi
BEI Bakal Evaluasi Kebijakan Full Call Auction di Kuartal II