Operasi Modifikasi Cuaca DKI Jakarta: Strategi Antisipasi Cuaca Ekstrem
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC. Langkah ini merupakan bagian dari strategi mitigasi dini untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Fokus Penyemaian di Wilayah Banten
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa tim di lapangan telah melaksanakan tiga sorti penerbangan dengan fokus penyemaian di wilayah perairan selatan hingga barat Banten. Tujuannya adalah untuk mengurai potensi awan pembawa hujan intensitas tinggi sebelum memasuki wilayah Jakarta.
Pelaksanaan OMC pada hari keenam ini dilakukan dengan pola penyemaian berlapis di area perairan barat dan selatan Banten. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses pengendalian pertumbuhan awan potensial hujan lebat sebelum mencapai kawasan Jabodetabek.
Detail Pelaksanaan dan Hasil Observasi
Operasi Modifikasi Cuaca dilaksanakan melalui tiga sorti penerbangan dengan total bahan semai 2.400 kilogram NaCl atau garam higroskopis. Berikut adalah rincian pelaksanaannya:
Sorti pertama dilakukan pada pukul 09.10 hingga 11.26 WIB dengan area semai di perairan selatan Ujung Kulon pada ketinggian 8.400–8.600 kaki. Hasil observasi tim memantau awan Cumulus Humilis dan Cumulus Congestus di sekitar lokasi dengan arah angin dominan dari timur–timur laut.
Sorti kedua berlangsung pukul 12.22–14.51 WIB di area perairan selatan Ujung Kulon dan perairan selatan Sukabumi pada ketinggian 10.000 kaki. Pada sorti ini, awan Cumulus Mediocris hingga Congestus berkembang di area Lebak, Pandeglang, dan perairan barat Banten.
Sorti ketiga dilaksanakan pukul 15.38–17.00 WIB di area semai Lebak, Pandeglang, serta perairan selatan dan barat Banten dengan ketinggian 8.000–8.500 kaki. Tim memantau awan Cumulus Towering dengan potensi hujan tinggi di perairan selatan Banten.
Koordinasi dan Evaluasi Rutin
BPBD DKI Jakarta terus berkoordinasi setiap hari dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk menentukan titik semai paling potensial. Evaluasi rutin terhadap hasil penyemaian juga terus dilakukan untuk memastikan efektivitas operasi.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berupaya menjaga curah hujan tetap terkendali dan meminimalkan potensi genangan maupun banjir di Jakarta.
Imbauan untuk Masyarakat
BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang mungkin disertai petir dan angin kencang. Masyarakat juga diharapkan dapat menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing sebagai langkah antisipasi tambahan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Gariskan Peran BUMN Baru Agrinas Jaladri Dongkrak Sektor Perikanan
Persija Jakarta Terancam Pindah Kandang ke JIS Jelang Laga Kontra PSM
Ibu Bogor Temani Anak Cuci Darah Ratusan Kali, BPJS PBI Jadi Penopang Harapan
Jasindo dan Perbanas Institute Luncurkan Program Literasi Asuransi untuk Mahasiswa