Kutu Kayu Hidup Ditemukan di Usus Lansia Italia Usai Operasi Sumbatan

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:25 WIB
Kutu Kayu Hidup Ditemukan di Usus Lansia Italia Usai Operasi Sumbatan

Seorang perempuan berusia 82 tahun di Italia harus menjalani operasi darurat setelah kutu kayu hidup ditemukan menyumbat ususnya. Kasus langka ini dilaporkan dalam jurnal BMJ Case Reports dan menjadi contoh bagaimana benda asing dapat menyebabkan sumbatan usus halus.

Pasien dibawa ke rumah sakit dengan keluhan sakit perut yang semakin parah selama empat hari, disertai sembelit, mual, dan muntah. Pemeriksaan menunjukkan perutnya membesar dan nyeri saat ditekan, serta jumlah sel darah putih yang meningkat tanda adanya infeksi atau peradangan.

Hasil sinar-X memperlihatkan sebagian usus melebar akibat penumpukan gas atau cairan, sementara bagian lain mengempis. CT scan kemudian mengungkap adanya benda padat yang menyumbat lilitan usus di sisi kanan, kondisi yang dikenal sebagai small bowel obstruction (SBO).

SBO dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti tumor, usus terpuntir, hernia, atau benda asing yang tertelan. Dalam kasus ini, dokter menemukan gumpalan material tumbuhan yang tidak tercerna, atau yang disebut bezoar, sebagai penyumbatnya.

Karena sumbatan dapat mengancam nyawa jika aliran darah ke usus terputus, operasi darurat pun dilakukan. Tim bedah membuat sayatan di perut pasien melalui prosedur laparotomi untuk mengakses usus dan mengangkat penyumbat.

Saat gumpalan berukuran lebih dari 5,5 sentimeter itu dikeluarkan, sesuatu yang tak terduga terjadi: seekor hewan kecil yang masih hidup melompat keluar dan merayap di atas kain steril. Hewan itu segera ditangkap dan dikirim ke laboratorium untuk diidentifikasi.

Hasil analisis menunjukkan bahwa hewan tersebut bukan serangga, melainkan isopoda darat kelompok krustasea yang berkerabat dengan kepiting dan udang. Di Indonesia, hewan ini lebih dikenal sebagai kutu kayu.

Diduga Tertelan Bersama Sayuran

Isopoda darat biasanya memakan tumbuhan yang membusuk. Karena itu, dokter menduga pasien secara tidak sengaja menelan kutu tersebut bersama sayuran atau buah yang tidak dicuci bersih.

Meski terdengar aneh, sistem pencernaan manusia sebenarnya mampu menghancurkan artropoda kecil yang tidak beracun. Asam lambung dan enzim pencernaan akan memecahnya seperti protein lain. Namun, dalam kasus ini, gumpalan tumbuhan yang padat di usus diduga melindungi isopoda sehingga ia bisa bertahan hidup sementara.

Setelah operasi, pasien berhasil pulih dan kemudian pindah ke sebuah panti jompo. Dalam kunjungan tindak lanjut 18 bulan kemudian, ia dilaporkan masih tinggal di sana.

Kasus ini terbilang unik karena hanya sekitar 25 persen kasus SBO yang disebabkan oleh benda asing, termasuk bezoar. Pada orang berusia di atas 50 tahun, penyebab SBO yang paling umum justru volvulus, atau usus yang terbelit.

Kelompok isopoda sendiri terdiri atas lebih dari 11 ribu spesies, dan sekitar setengahnya hidup di laut. Beberapa isopoda laut diketahui menjadi parasit pada ikan, seperti spesies tongue biter yang dapat memakan dan menggantikan lidah ikan inangnya. Namun, dokter menegaskan bahwa belum ada isopoda darat yang diketahui menjadi parasit pada manusia.

Keberadaan kutu kayu hidup di dalam gumpalan tumbuhan pada pasien lansia ini kemungkinan besar hanyalah kejadian yang sangat tidak biasa, bukan karena hewan tersebut sengaja hidup sebagai parasit di dalam tubuh manusia.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags