Nelayan Selayar Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Hilang di Laut

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:02 WIB
Nelayan Selayar Ditemukan Selamat Setelah Dua Hari Hilang di Laut

Ansar Dg Tuppu, nelayan asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah sempat hilang selama dua hari saat memancing. Pria berusia 44 tahun itu ditemukan warga di perairan Pulau Tanakeke, Kabupaten Takalar, pada Kamis pagi, 20 Agustus 2026.

Kabar penemuan itu dibenarkan oleh Danpos SAR Selayar, Ronaldhi. Ia mengatakan Ansar ditemukan di kawasan Tanakeke setelah pencarian dilakukan menyusul laporan keluarga yang kehilangan kontak sejak korban melaut dari perairan Selayar.

"Sudah ditemukan tadi pagi di Tanakeke, pulaunya Takalar. Alhamdulillah dalam keadaan selamat," kata Ronaldhi, Kamis (20/8/2026).

Berangkat dari Pantai Polong

Ansar sebelumnya berangkat memancing menggunakan perahu fiber dari kawasan Pantai Dusun Polong, Desa Bungaiya, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Minggu, 16 Agustus 2026. Ia dijadwalkan kembali pada Selasa, 18 Agustus 2026. Namun, hingga waktu yang ditunggu, Ansar tidak kunjung pulang dan tidak memberi kabar kepada keluarga maupun rekan sesama nelayan.

Keluarga bersama kerabat lalu berupaya mencari secara mandiri dengan menanyakan keberadaan korban kepada pemancing lain di sekitar area yang biasa didatangi nelayan setempat. Karena belum juga mendapat kepastian, laporan akhirnya diajukan ke Polsek Bontomatene pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Dalam laporan awal, keluarga menduga korban mengalami kendala saat melaut di tengah kondisi cuaca dan gelombang yang kurang bersahabat. Perkiraan area keberadaan Ansar semula berada di sekitar wilayah rompong dari Kelurahan Batangmata hingga Desa Bungaiya.

Ditemukan Terdampar di Pulau Tanakeke

Harapan keluarga terjawab pada Kamis pagi saat warga menemukan Ansar di sekitar Pulau Tanakeke, Kabupaten Takalar. Saat ditemukan, korban dilaporkan masih berada di atas perahunya yang terdampar.

Ronaldhi mengatakan dugaan awal mengarah pada gangguan pada perahu yang membuat Ansar tidak bisa kembali sesuai jadwal. Namun, keterangan lengkap dari korban masih menunggu kondisinya memungkinkan untuk diwawancarai lebih jauh.

"Terdampar di pulau katanya dengan kondisi masih di atas kapalnya. Kayaknya begitu, tapi korban belum bisa ditanya," ujar Ronaldhi.

Penemuan Ansar dalam kondisi selamat sekaligus mengakhiri kecemasan keluarga setelah dua hari kehilangan kabar dari laut. Kasus ini juga menunjukkan bagaimana nelayan yang berangkat dari perairan Selayar dapat terbawa hingga wilayah Takalar ketika menghadapi masalah di tengah pelayaran.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags