Hujan Badai Rusak Atap Sekolah di Medan, Ratusan Siswa Terpaksa Belajar Daring

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:18 WIB
Hujan Badai Rusak Atap Sekolah di Medan, Ratusan Siswa Terpaksa Belajar Daring

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah Kota Medan, Sumatera Utara, pada Selasa (18/8) lalu menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan sekolah. Salah satu yang terdampak adalah SD Muhammadiyah 28 di Jalan Cemara, Kecamatan Medan Timur. Dua ruang kelas di sekolah tersebut rusak parah setelah atapnya beterbangan dan menimpa rumah warga di sekitarnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Andri Gunawan, satpam sekolah, menuturkan bahwa angin datang tiba-tiba bersamaan dengan hujan deras dan gemuruh seperti petir. "Awalnya itu mati lampu, terus ada angin perlahan-lahan dibarengi dengan hujan. Makin lama angin makin kencang, ada juga dengan gemuruhnya seperti gluduk atau petir. Jadi seakan-akan terangkat lah penutup kelas ini, terangkat semua dengan suara gemuruh yang 'buarr' gitu. Dan menimpa rumah warga di depan sekolah SD Muhammadiyah 28 ini," katanya saat ditemui di lokasi, Kamis (20/8).

Saat kejadian, Andri berada di lantai dua di depan masjid. Ia sempat melihat seng-seng beterbangan sebelum akhirnya meminta para siswa yang sedang mengaji untuk segera pulang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. "Sekolah sedang kosong, hanya ada siswa yang mengaji di masjid, tapi sudah kami suruh pulang," ujarnya.

Akibat kerusakan tersebut, pihak sekolah memutuskan untuk menerapkan pembelajaran daring bagi para siswa. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 28, Lilis Mulyani, mengatakan bahwa sebanyak 350 siswa terpaksa belajar dari rumah mulai Selasa hingga Rabu (26/8) karena atap kelas 4 dan 5 sedang diperbaiki. "Pada saat ini karena kondisinya seperti ini, maka sementara kami beri pembelajaran daring. Karena kita kan juga enggak mau mengambil risiko ya dengan keadaan berantakan begini. Kemudian untuk perbaikan kelas di atas, jadi jangan mengganggu jalannya untuk bekerja. Maka siswa kami pembelajaran daring ya, dengan guru-gurunya siap sedia di sekolah," jelas Lilis.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Muhammadiyah Kota Medan, Yusman, memperkirakan total kerusakan mencapai 28 seng dan kerangka baja yang terbang. Biaya perbaikan ditaksir mencapai Rp 65 juta, termasuk perbaikan dua kelas yang harus dibongkar total dan perbaikan rumah warga yang tertimpa material atap. "Dari perhitungan perbaikan ini, taksiran anggaran diperhitungkan karena ada memperbaiki rumah warga, dua kelas membongkar total, kerusakan segala macam ya sekitar Rp 65 juta," ujarnya.

Pihak sekolah berharap mendapat bantuan dari pemerintah mengingat biaya perbaikan yang cukup besar.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags