KRI Bung Hatta Dikerahkan Angkut Bantuan untuk Korban Gempa NTT

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:20 WIB
KRI Bung Hatta Dikerahkan Angkut Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Pemerintah mengerahkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Hatta untuk mendistribusikan bantuan logistik bagi warga terdampak gempa bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Labuhan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat menuju Pelabuhan Reok di Kabupaten Manggarai pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Dalam pelayaran ini, KRI Bung Hatta mengangkut paket bantuan Presiden Prabowo Subianto, paket sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta donasi dari masyarakat. Setibanya di Pelabuhan Reok, bantuan akan diteruskan ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

"Transportasi laut dipilih untuk mempercepat dukungan logistik tiba di wilayah terdampak," ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Rabu (19/8/2026).

Berdasarkan data terbaru per 18 Agustus 2026, Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur menjadi daerah dengan korban jiwa dan pengungsi tertinggi. Di Kabupaten Manggarai, 27 orang meninggal dunia dan 6.487 jiwa mengungsi. Sementara di Manggarai Timur, 25 orang meninggal dan 15.465 jiwa mengungsi.

Selain KRI Bung Hatta, TNI Angkatan Laut juga mengerahkan KRI dr. Soeharso (KRI SHS), kapal bantu rumah sakit, untuk memberikan layanan kesehatan di NTT.

Posko Logistik Nasional

Untuk memastikan distribusi bantuan merata, BNPB membuka Pos Dukungan Logistik Nasional (Posduklognas) di tiga titik: Jakarta, Labuhan Bajo, dan Maumere. Pos Jakarta berpusat di Base Ops Halim Perdanakusuma, menampung bantuan dari instansi, organisasi, dan masyarakat. Dari sana, logistik dikirim ke Posduklognas Labuhan Bajo dan Maumere.

Posduklognas Labuhan Bajo berada di Kantor UBPU Komodo, melayani Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Sementara Posduklognas Maumere di Bandara Maumere mencakup Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

"Posduklognas terbuka bagi masyarakat maupun organisasi yang hendak mengirimkan donasi. Kami mengimbau untuk berkoordinasi dengan tim setempat perihal jadwal dan kebutuhan distribusi," kata Berton.

"Koordinasi diperlukan agar bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak, baik jenis, jumlah, waktu, maupun moda transportasi, sehingga tersalurkan efektif dan tepat sasaran," imbuhnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags