MRT Jakarta Targetkan Progres Akses Bawah Tanah Bundaran HI 24,8 Persen pada Agustus

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:48 WIB
MRT Jakarta Targetkan Progres Akses Bawah Tanah Bundaran HI 24,8 Persen pada Agustus

PT MRT Jakarta (Perseroda) melalui anak usahanya, PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), tengah mengejar progres pembangunan Extended Concourse atau akses pejalan kaki bawah tanah di Bundaran HI. Hingga Juli 2026, progres proyek tersebut telah mencapai 21,46 persen, dan perusahaan menargetkan peresmian pada Juni 2027.

Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta, Ferdiansyah Roestam, mengungkapkan bahwa pada Agustus ini, progres dikejar hingga 24,8 persen. Adapun target keseluruhan tahun ini adalah 45 persen, mengingat proyek ini merupakan multi-years project yang harus diselesaikan tepat waktu.

"Agustus kita akan kejar ke 24,8 persen, di tahun ini direncanakan di 45 persen harus selesai semua karena ini adalah multi years project akan berlanjut untuk diselesaikan target kami di Mei 2027, agar bisa diresmikan di Juni 2027," ujarnya saat MRTJ Fellowship Program 2026, Rabu (19/8).

Proyek ini didanai melalui kontribusi Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dari sejumlah pengembang di sekitar Bundaran HI, dengan total dana mencapai Rp 200 miliar termasuk pajak. Skema ini merupakan salah satu bentuk pembiayaan kreatif yang mewajibkan pengembang membayar jika bangunannya melebihi batas maksimal KLB yang diizinkan dalam aturan tata ruang.

"Total kontribusi KLB Rp 200 miliar, digunakan Rp 150 miliar untuk konstruksi, kemudian sisanya adalah untuk konsultan perencana dan konsultan pengawas. Nilainya cukup masif ya kontribusinya dari dana KLB beberapa pengembang," jelas Ferdiansyah.

Extended Concourse Bundaran HI memiliki luas 4.439 meter persegi dan berada tepat di bawah Halte Transjakarta Bundaran HI. Area ini akan terhubung langsung dengan Stasiun MRT Bundaran HI, serta dirancang memuat 24 area multifungsi yang dapat dimanfaatkan untuk fungsi komersial, F&B, gaya hidup, layanan, hingga tenant-tenant partnership.

Akses pejalan kaki ini juga akan terhubung melalui dua muara. Muara pertama tersambung dengan Plaza Indonesia dan Hotel Grand Hyatt Jakarta, sementara muara kedua tersambung dengan Hotel Pullman Jakarta dan Wisma Nusantara.

"Extended Concourse harus bisa mengubah ruang transit jadi ruang multifungsi untuk melayani orang-orang yang bergerak. Dia disiapkan untuk bisa tersambung melalui knockdown panel yang ada ke Plaza Indonesia dan juga ke Wisma Nusantara," tutur Ferdiansyah.

Selain menjadi area multifungsi, proyek ini juga diperlukan untuk mendukung peningkatan trafik penumpang setelah beroperasinya MRT Jakarta Fase 2 dari Bundaran HI menuju Monas, bahkan hingga Kota Tua. Ferdiansyah menyebut, area ini akan mendukung estimasi peningkatan jumlah penumpang sekitar 6.000 riders di Stasiun Bundaran HI, seiring dengan perpanjangan rute ke Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, dan nantinya hingga Stasiun Jakarta Kota Tua.

Proyek yang berada 18 meter di bawah permukaan tanah ini diharapkan rampung menjelang HUT Kota Jakarta ke-500 tahun. Untuk memudahkan aksesibilitas, akan disediakan eskalator, tangga, dan elevator atau lift di beberapa titik.

"Di muara satu akan ada satu eskalator dan satu tangga, kemudian akan ada 1 lift di muara sisi barat atau sisi Plaza Indonesia dan Grand Hyatt, kemudian di sisi timur kita akan ada eskalator dan tangga," tandasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.