Pemerintah mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp435,49 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun dan meningkatkan berbagai infrastruktur, mulai dari jalan nasional, hunian, irigasi, hingga jaringan telekomunikasi.
Berdasarkan Buku 2 Nota Keuangan RAPBN 2027, pemerintah menargetkan pembangunan jalan nasional sepanjang 201,2 kilometer (km), jalan tol 13,5 km, jembatan 2.597,4 meter, serta flyover dan underpass sepanjang 473,9 meter. Pembangunan infrastruktur ini diarahkan untuk menunjang konektivitas antarwilayah.
Di sektor perumahan, pemerintah menargetkan penyediaan 345.310 unit hunian baru melalui berbagai program, seperti Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), rumah khusus, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan kualitas 400.000 unit rumah serta penanganan kawasan permukiman kumuh seluas 15 hektare.
Untuk infrastruktur dasar, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan pascabencana di Sumatera seluas 773 hektare, pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi dan 11 Sekolah Unggul Garuda Baru, serta revitalisasi 12.215 sekolah dan madrasah. Di bidang kesehatan, pemerintah akan merevitalisasi rumah sakit di 49 kabupaten/kota dan membangun sanitasi rumah tangga di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) sebanyak 20.670 unit.
Infrastruktur Energi hingga Telekomunikasi
Sementara itu, untuk infrastruktur energi dan ketenagalistrikan, pemerintah menargetkan pembangunan 150.000 sambungan jaringan gas kota, elektrifikasi di 3.054 desa, serta pemasangan 350.000 sambungan listrik baru bagi rumah tangga tidak mampu dan wilayah 3T. Program ini juga mencakup konversi 63.000 sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik.
Pada sektor pangan, pemerintah akan membangun jaringan irigasi seluas 1.739 hektare, merehabilitasi 54.024 hektare, membangun 4.001 unit irigasi perpompaan, mencetak 100.000 hektare sawah baru, dan mengoptimalkan lahan seluas 200.000 hektare.
Untuk memperkuat infrastruktur telekomunikasi, terutama di daerah yang masih terbatas aksesnya, pemerintah menargetkan pembangunan 39 unit BTS di wilayah 3T pada 2027. Layanan internet publik akan dioperasikan dan dipelihara di 31.545 lokasi. Selain itu, pemerintah juga menargetkan operasional dan pemeliharaan satelit SATRIA-1 sebanyak 150 unit, Palapa Ring di 57 kabupaten/kota, serta layanan sinyal seluler perdesaan di 6.779 titik.
Artikel Terkait
Anggaran Bunga Utang 2027 Capai Rp650 Triliun, Setara Rp1,78 Triliun per Hari
Pemerintah Alokasikan Rp735 Triliun untuk Transfer ke Daerah pada 2027
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Tahun Depan
Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Dinilai Terlalu Ambisius, INDEF Soroti Fundamental yang Belum Solid