IAEA Temukan Beberapa Ton Material Nuklir di Suriah

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 00:35 WIB
IAEA Temukan Beberapa Ton Material Nuklir di Suriah

Badan pengawas nuklir PBB menemukan beberapa ton material nuklir di Suriah, di sebuah lokasi yang sebelumnya tidak dilaporkan oleh pemerintah Damaskus. Penemuan ini diumumkan oleh Kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, dalam konferensi pers di Damaskus, Rabu (19/8/2026).

Menurut pernyataan bersama, para inspektur IAEA mengunjungi dua lokasi, salah satunya di Deir Ezzor, dan lokasi kedua yang terkait dengan material nuklir yang baru-baru ini diidentifikasi oleh Suriah. Grossi memuji langkah Damaskus yang disebutnya sebagai "keputusan berani" untuk melaporkan lokasi tersebut, yang merupakan peninggalan rezim Bashar al-Assad yang telah digulingkan.

"Kita berbicara tentang beberapa ton material nuklir yang bisa disalahgunakan," ujar Grossi, seraya menjanjikan bahwa material tersebut akan ditempatkan di bawah pengawasan internasional.

Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Shaibani, yang hadir dalam konferensi pers yang sama, menjelaskan bahwa pemerintahannya telah mengirimkan surat resmi kepada IAEA pada 17 Juli lalu, secara sukarela menyatakan keberadaan material nuklir di sebuah lokasi yang tidak dideklarasikan. "Ini adalah bagian dari warisan rezim sebelumnya," katanya.

Meski demikian, Shaibani menegaskan bahwa penilaian teknis menunjukkan material tersebut tidak menimbulkan risiko. "Material itu akan tetap berada dalam penguasaan nasional Suriah dan tunduk pada sistem pengawasan badan tersebut," ujarnya.

Grossi menambahkan bahwa material tersebut akan didata dan dimasukkan ke dalam sistem pengawasan internasional. Para ahli dari Suriah dan IAEA akan bekerja sama untuk menyimpan material tersebut dengan aman. "Kita mulai membuka lembaran baru, dan membuka lembaran baru bukan berarti melupakan masa lalu," tutupnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags