Pemerintah Iran menyiapkan hadiah uang sebesar US$ 30.000 atau setara Rp 534 juta bagi siapa saja yang berhasil menangkap tentara Amerika Serikat (AS). Tawaran ini muncul di tengah konflik bersenjata yang telah berlangsung antara kedua negara sejak akhir Februari lalu.
Perang antara Teheran dan Washington dimulai pada 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan lebih dulu ke Iran. Sejak saat itu, ketegangan terus meningkat dan memicu berbagai operasi militer di wilayah Iran.
Dalam perkembangan terbaru, AS meluncurkan operasi penyelamatan besar-besaran untuk mencari pilot jet tempur F-15 yang hilang. Operasi yang berlangsung lebih dari sebulan setelah perang dimulai itu melibatkan sekitar 200 tentara AS dan lebih dari 170 pesawat. Namun, upaya tersebut tidak berjalan mulus.
Pasukan Iran berhasil merusak pesawat serang darat A-10 yang jatuh di wilayah sekutu. Selain itu, AS juga dilaporkan meninggalkan dan menghancurkan sejumlah pesawat yang digunakan dalam misi tersebut, termasuk pesawat angkut C-130.
Beberapa hari sebelum operasi besar itu, pilot F-15 sebenarnya sempat diselamatkan oleh awak helikopter dalam operasi yang lebih kecil. Namun, insiden-insiden ini semakin memperuncing konflik dan mendorong Iran untuk memberikan imbalan bagi penangkapan tentara AS.