Mendagri Salurkan Santunan Rp15 Juta untuk Ahli Waris Korban Gempa Manggarai Timur

- Senin, 17 Agustus 2026 | 21:36 WIB
Mendagri Salurkan Santunan Rp15 Juta untuk Ahli Waris Korban Gempa Manggarai Timur

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyalurkan tali asih kepada ahli waris korban meninggal akibat gempa bumi di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain santunan dari Kemendagri, Kementerian Sosial (Kemensos) juga memberikan santunan sebesar Rp15 juta untuk setiap korban meninggal dunia.

Santunan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii, serta Bupati Manggarai Timur Agas Andreas di wilayah terdampak paling parah. "Kemendagri memberikan tali asih sebanyak Rp15 juta per jiwa, per jiwa yang wafat pada keluarganya," kata Tito dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Tito mengapresiasi inisiatif warga yang mendirikan posko sesaat setelah gempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8) pagi. Tito pun memberikan dua unit genset, 10 unit velbed atau tempat tidur lapangan untuk memperkuat posko tersebut, serta Rp200 juta untuk dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara. "Kita juga mengapresiasi ada posko yang dibangun warga. Tapi kita tambahi sekalian aja, namanya genset 2, sekaligus velbed ada 10 untuk operasionalnya," ujarnya.

Tito memastikan pemerintah terus bergerak pada masa tanggap darurat. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya posko Basarnas yang berdampingan dengan tenda warga serta pendataan kebutuhan guna mempercepat penyaluran bantuan. Karena itu, Tito mengajak masyarakat terdampak untuk bekerja sama memulihkan dampak bencana. "Ini harus kerja sama kita, pemerintah sama masyarakat," kata Tito.

Sebelumnya, Tito memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur. Kehadiran Tito merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meninjau lokasi bencana gempa sekaligus mempercepat penanganan bencana di NTT. Hal tersebut merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags