Delapan Pendaki Dievakuasi dari Gunung Bawakaraeng karena Gangguan Kesehatan

- Senin, 17 Agustus 2026 | 14:42 WIB
Delapan Pendaki Dievakuasi dari Gunung Bawakaraeng karena Gangguan Kesehatan

Delapan pendaki dievakuasi dari Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, setelah mengalami berbagai gangguan kesehatan, mulai dari hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus. Mereka dievakuasi pada Senin (17/8) pagi oleh tim SAR gabungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan kedelapan pendaki tersebut dibawa turun dari jalur pendakian dalam kondisi selamat. Mereka kemudian dibawa ke Posko Registrasi Bulu Balea untuk mendapatkan penanganan medis.

"Beberapa pendaki mendapatkan penanganan dari tim medis dan selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong sesuai kebutuhan," ujar Arif kepada wartawan.

Arif mengimbau para pendaki untuk tidak memaksakan diri jika mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan. Menurutnya, kondisi cuaca, suhu dingin, kelelahan, serta kepadatan jalur menjadi faktor yang perlu diperhatikan selama mendaki.

"Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai semangat mengibarkan Merah Putih justru mengabaikan keselamatan diri," imbuhnya.

Kedelapan pendaki tersebut diketahui mendaki untuk mengibarkan bendera Merah Putih dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

3.273 Pendaki di Gunung Bawakaraeng

Berdasarkan data Kantor Basarnas Makassar, per Minggu (16/8) malam, tercatat sebanyak 3.273 pendaki berada di Gunung Bawakaraeng. Mereka tersebar melalui sejumlah jalur pendakian, yaitu 223 orang melalui registrasi Lembanna, 1.681 orang melalui Bulu Balea, 947 orang melalui Tassoso, dan 422 orang melalui Kanreapia.

"Data tadi malam sudah 3.273 pendaki. Jumlah itu terus bertambah sampai hari ini," sebut Arif.

Ribuan pendaki tersebut diperkirakan hendak melakukan pengibaran bendera Merah Putih di puncak Gunung Bawakaraeng yang memiliki ketinggian 2.830 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Basarnas menggelar Operasi Siaga Khusus Merah Putih yang berlangsung pada 15-18 Agustus 2026. Operasi ini bertujuan mengantisipasi berbagai kondisi darurat yang mungkin terjadi selama aktivitas pendakian.

"Tim SAR Gabungan akan tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik dan selalu siap memberikan pertolongan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan," tandasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags