Iran Tawarkan Hadiah Rp 534 Juta untuk Bunuh atau Tangkap Tentara AS

- Senin, 17 Agustus 2026 | 10:35 WIB
Iran Tawarkan Hadiah Rp 534 Juta untuk Bunuh atau Tangkap Tentara AS

Militer Iran mengumumkan hadiah uang setara dengan US$30.000 (sekitar Rp 534 juta) bagi siapa pun yang berhasil membunuh atau menangkap tentara Amerika Serikat. Hadiah tersebut bahkan akan digandakan jika aksi itu dilakukan oleh seorang wanita.

Kepala Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, mengatakan rencana ini telah disusun setelah "sejumlah besar permintaan" untuk berpartisipasi, seperti dikutip kantor berita pemerintah Iran, IRNA.

Hatami tidak merinci di mana atau kapan pembunuhan atau penangkapan tentara AS diharapkan terjadi. Namun, ia menegaskan bahwa "siapa pun yang membunuh atau menangkap dan menyerahkan personel militer Amerika yang menyerang akan menerima hadiah setara dengan $30.000 atau 5 miliar toman dari Angkatan Darat Republik Islam Iran." Ia menggunakan satuan informal yang setara dengan 10.000 rial Iran.

"Para perempuan Iran yang berani melakukan tindakan seperti itu akan menerima hadiah dua kali lipat," tambahnya, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (17/8/2026).

Hatami pun mengulangi seruan Iran agar AS meninggalkan Timur Tengah, dengan mengatakan "mereka tidak lagi memiliki izin untuk memasuki Teluk [Arab], Teluk Oman, atau Selat Hormuz."

Perang antara Teheran dan Washington dimulai pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Hanya lebih dari sebulan setelah perang dimulai, AS meluncurkan operasi penyelamatan besar-besaran di Iran untuk menyelamatkan petugas sistem senjata jet tempur F-15. Operasi itu melibatkan sekitar 200 tentara AS dan lebih dari 170 pesawat yang berupaya menemukan pilot tersebut.

Selama penyelamatan, pasukan Iran merusak pesawat serang darat A-10 yang jatuh di wilayah sekutu. AS juga dilaporkan meninggalkan dan menghancurkan pesawat yang digunakan selama misi tersebut, termasuk pesawat angkut C-130. Beberapa hari sebelumnya, pilot F-15 diselamatkan oleh awak helikopter dalam operasi yang lebih kecil.

Perang kemudian dihentikan sementara dengan gencatan senjata pada bulan April setelah hampir 40 hari pertempuran, diikuti oleh kerangka kerja perundingan perdamaian pada bulan Juni yang kemudian gagal. Iran dan Amerika Serikat sejak itu saling serang secara sporadis, dengan pertempuran terutama berpusat di Iran selatan dan di sekitar Selat Hormuz.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags