Rebutan Kaus Gratis HUT RI di Monas, Warga Rela Datang Sejak Subuh

- Senin, 17 Agustus 2026 | 10:01 WIB
Rebutan Kaus Gratis HUT RI di Monas, Warga Rela Datang Sejak Subuh

Ribuan warga memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, sejak dini hari untuk merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagian dari mereka bahkan datang sejak pukul 04.00 WIB, rela berdesakan demi mendapatkan kaus gratis bertema merah putih yang dibagikan panitia.

Antusiasme itu terlihat jelas di lokasi. Meski pembagian kaus sempat diwarnai kericuhan akibat warga saling berebut, banyak yang mengaku senang setelah berhasil membawa pulang kaos tersebut. Salah satunya Fauzi, warga Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Dia datang ke Monas sejak subuh dan berhasil mendapatkan dua kaus gratis.

"Seneng banget, cuma dapet dua ini tadi rebutan," kata Fauzi saat ditemui di kawasan Monas, Senin (17/8/2026). Menurutnya, satu kaus langsung dikenakan untuk mengikuti kegiatan pagi hari, sementara satu lainnya disimpan untuk digunakan lagi pada malam hari. "Iya dapet rebutan ini untuk ntar malem lagi satunya. Yang satu udah kepake, ini buat ntar malem," ujarnya.

Fauzi mengaku berada di barisan paling depan saat pembagian kaus berlangsung. Meski situasi sempat ramai dan warga harus berdesakan, posisinya itu membuatnya berhasil mendapatkan kaus. "Saya ke sininya dari jam empat subuh," katanya.

Sebelumnya, pembagian kaus gratis di salah satu titik kawasan Monas sempat diwarnai kericuhan. Antrean yang awalnya tertib mendadak bergerak maju ketika panitia mulai membagikan kaos. Sejumlah warga terlihat berdesakan untuk mendapatkan kaus gratis tersebut. Panitia pun beberapa kali mengimbau masyarakat agar tetap mengantre dan tidak saling mendorong.

Dalam rangkaian Pesta Rakyat HUT ke-81 RI, panitia menyiapkan sebanyak 300.000 kaus gratis yang didistribusikan melalui lima titik pembagian di kawasan Monas.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags