Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyampaikan duka cita mendalam atas bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam momen peringatan HUT ke-81 RI, ia menegaskan bahwa institusinya akan bergerak membantu para korban.
Hal itu disampaikan Setyo saat bertindak sebagai inspektur upacara di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/8). Di hadapan para pegawai, ia mengajak seluruh insan KPK untuk merasakan empati terhadap musibah yang menimpa masyarakat NTT.
"Di tengah suasana peringatan kemerdekaan, sebagian saudara sebangsa kita sedang menghadapi masa sulit. Oleh karena itu, atas nama keluarga besar KPK, saya menyampaikan rasa empati dan solidaritas yang tulus kepada mereka. Semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan jalan untuk segera bangkit kembali," ujar Setyo.
Untuk merealisasikan bantuan tersebut, Setyo meminta koordinasi dilakukan melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK. Bantuan yang terkumpul nantinya dapat langsung dikirim ke titik-titik lokasi terdampak.
"Saya menginstruksikan juga kepada Bapak Sekjen, kita usahakan bisa membantu semaksimal mungkin, semampu kita. Mungkin dengan bantuan pengumpulan donasi atau mungkin kita bantu dengan sesuatu yang berbentuk barang yang kemudian bisa kita kirimkan ke lokasi-lokasi yang terdampak terhadap gempa tersebut," jelasnya.
Setyo juga mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan para korban. Ia berharap masyarakat NTT segera mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang cepat.
"Saya minta izin kita semuanya mendoakan saudara kita yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur," tuturnya.
"Untuk seluruh saudara kita yang terkena musibah gempa di Nusa Tenggara Timur, kita doakan mudah-mudahan semuanya selalu dalam lindungan Allah Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Kuasa, dan diberikan kekuatan," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan kuat mengguncang NTT pada Sabtu (15/8). Guncangan tersebut menimbulkan korban jiwa, merusak bangunan, dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban dalam bencana tersebut. Sebanyak 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka-luka.
"Total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia dengan rincian, Kabupaten Manggarai Barat satu jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai 25 jiwa, Nagekeo satu jiwa, Sikka empat jiwa, Ende dua jiwa," ucap Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (16/8).
Artikel Terkait
Ibas Minta Pemerintah Fokus Evakuasi Korban Gempa NTT
Gempa NTT Tewaskan 53 Orang, Ribuan Warga Mengungsi
Gempa NTT: 53 Tewas, Pemerintah Kerahkan Bantuan dan Personel
86 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Pulih, Komdigi Pastikan Pemulihan Terus Berlanjut