Pascagempa M7,7 di NTT, Kemenpar Hentikan Rangkaian Penutupan Festival Golo Koe

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:01 WIB
Pascagempa M7,7 di NTT, Kemenpar Hentikan Rangkaian Penutupan Festival Golo Koe

Kementerian Pariwisata secara resmi menghentikan rangkaian penutupan Festival Golo Koe di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo pada Sabtu pagi (15/8/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi dan prioritas keselamatan wisatawan, terutama di kawasan destinasi super prioritas Floratama yang meliputi Flores, Alor, Lembata, dan Bima.

Gempa yang berkedalaman 15 kilometer itu memicu serangkaian gempa susulan yang kuat dan terasa hingga ke Labuan Bajo, kawasan wisata yang dikenal luas. Gempa susulan tercatat dengan magnitudo 6,2 pada pukul 06.13 WITA, disusul magnitudo 4,5 pada 06.22 WITA, dan magnitudo 5,6 pada 06.37 WITA.

Akibat gempa tersebut, sejumlah fasilitas pariwisata seperti hotel, restoran, dan lokasi wisata mengalami kerusakan. Ratusan wisatawan pun harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) telah mengevakuasi 986 wisatawan yang sempat terjebak akibat penutupan sementara pelayaran. Mereka kini telah tiba kembali di Labuan Bajo dengan selamat setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menerbitkan maklumat pembukaan kembali jalur pelayaran.

Seluruh tamu hotel di kawasan Labuan Bajo juga telah dievakuasi dan diarahkan ke titik aman seperti kawasan Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo. Wisatawan dari Meurorah Hotel yang sempat dievakuasi ke Puncak Waringin kini dipastikan aman dan diperbolehkan kembali ke akomodasi masing-masing.

Untuk sektor transportasi, operasional penerbangan di Bandara Komodo tetap berjalan normal dengan pembatasan (with restriction) setelah lolos pemeriksaan kelaikan teknis. Aktivitas pelayaran laut pun mulai dibuka kembali secara bertahap.

Kementerian Pariwisata mengimbau para pelaku usaha, wisatawan domestik maupun mancanegara, serta warga setempat agar tetap tenang dan menyaring informasi hanya dari saluran resmi milik BMKG, BPOLBF, maupun instansi berwenang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags