Conor McGregor membagikan kabar terbaru mengenai kondisi fisiknya setelah menjalani operasi cedera anterior cruciate ligament (ACL). Melalui video yang diunggahnya, petarung MMA asal Irlandia itu mengklaim proses rehabilitasinya berjalan cepat, bahkan ia sudah mampu mengaktifkan otot paha depan hanya delapan hari pascaoperasi.
Cedera tersebut dialami McGregor saat kembali bertarung di UFC 329 melawan Max Holloway pada 11 Juli 2026. Pertarungan yang dinantikan setelah lima tahun absen itu harus berakhir lebih cepat dari perkiraan, yakni hanya 69 detik di ronde pertama, akibat masalah pada lututnya.
Dalam unggahannya, McGregor menyebut kakinya sudah bisa diluruskan sepenuhnya, sebuah pencapaian yang ia anggap luar biasa untuk ukuran delapan hari pascaoperasi. "Kaki saya, 8 hari setelah operasi, memiliki kemampuan untuk aktif, dan dengan meluruskan kaki sepenuhnya, seluruh otot quad saya aktif (hal yang tak pernah terdengar 8 hari pasca-operasi). Kita MASIH DI SINI!" tulisnya.
Ia juga menyampaikan pesan dukungan bagi mereka yang tengah menjalani pemulihan medis. "Tuhan memberkati semua orang dalam perjalanan pemulihan, dan ingat, bukan hak Anda atau saya untuk menghakimi orang lain!" ujarnya.
McGregor menargetkan bisa kembali bertarung setidaknya satu kali pada 2027 untuk menyelesaikan kontraknya di UFC. Saat ini, ia menjalani pelatihan terbaik di California, seperti yang ia ungkapkan dalam pernyataannya.
Analisis dari Sesama Petarung
Di sisi lain, juara kelas welter UFC, Islam Makhachev, memberikan pandangannya mengenai penyebab cedera McGregor. Menjelang laga pertahanan gelarnya melawan Ian Machado Garry di UFC 330, Makhachev menilai tubuh McGregor mungkin tidak siap menghadapi beban latihan keras setelah lama absen.
"Ketika Anda berhenti berlatih dan kemudian ingin kembali lagi, tubuh Anda tidak bisa menahannya. Banyak orang mengatakan cedera ini terjadi dalam pertarungan, tetapi saya pikir itu terjadi di kamp pelatihan," kata Makhachev.
Makhachev juga mengungkapkan adanya wacana pertarungan tinju antara dirinya dan McGregor yang sempat disinggung oleh Turki Alalshikh saat menghadiri ajang Zuffa Boxing 09 di Madison Square Garden. Namun, CEO UFC Dana White menolak tegas gagasan pertarungan lintas cabang olahraga tersebut.
"Saya pergi ke acara tinju, dan saya bersama Turki Alalshikh. (Alalshikh) menelpon Conor dan bertanya kepadanya apakah dia ingin bertinju dengan saya," cerita Makhachev. Ia menambahkan, "Saya katakan padanya untuk bertanya kepada Dana White, yang berada di dekat kami. Dia tertawa tentang hal itu. Kami tidak bisa benar-benar berbicara (karena) dia mulai menunjukkan beberapa bahasa tubuh."
Dana White menegaskan pendiriannya, "Petinju dihancurkan di MMA dan sebaliknya. Ini adalah dua olahraga yang sama sekali berbeda. Ya, itu bisa saja terjadi, tetapi bukan itu yang ingin saya lakukan." Ia bahkan menyebut pertarungan lintas disiplin itu mustahil dan buruk.
Mantan petarung UFC Frankie Edgar turut berkomentar mengenai kekalahan McGregor di UFC 329. "Ya, itu sangat disayangkan. Itu benar-benar buruk. Tidak ada hal baik dari hasil itu untuk kedua belah pihak," ujarnya. Edgar menambahkan, "Tapi itulah dunia pertarungan. Hal-hal gila terjadi sepanjang waktu. Tidak ada yang mengantisipasi itu. Anda harus bersimpati pada Conor pada saat itu."
Artikel Terkait
Islam Makhachev Cetak Rekor 17 Kemenangan Beruntun di UFC
Islam Makhachev Pertahankan Gelar UFC Usai Kalahkan Ian Garry
Dana White: Makhachev Belum Layak Jadi GOAT karena Punya Satu Kekalahan
Joe Rogan Prediksi Islam Makhachev Pensiun Jika Kalahkan Ian Garry di UFC 330