Golkar Apresiasi RAPBN 2027 dan Delapan Prioritas Pembangunan Prabowo

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:47 WIB
Golkar Apresiasi RAPBN 2027 dan Delapan Prioritas Pembangunan Prabowo

Fraksi Partai Golkar DPR RI menyambut baik penyampaian Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ketua Fraksi Partai Golkar, M Sarmuji, menilai delapan prioritas yang dipaparkan presiden mencerminkan peta pembangunan bangsa yang terarah.

"Pidato Presiden memberi arah yang jelas ke mana Indonesia akan menuju. Presiden meyakinkan kita bahwa setiap langkah pembangunan yang dirancang dalam RAPBN 2027 ini adalah langkah nyata yang mendekatkan bangsa kita pada cita-cita kemerdekaan," kata Sarmuji dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu menambahkan, Prabowo tidak hanya berbicara soal penetapan arah kebijakan, tetapi juga menjelaskan cara mencapainya. Salah satu contoh yang ia soroti adalah konsolidasi pengadaan barang dan jasa pemerintah yang berhasil menekan harga Layar Pintar Interaktif (IFP) dari sekitar Rp 150 juta menjadi Rp 26 juta per unit, tanpa mengurangi volume maupun kualitas barang.

"Ini contoh nyata bagaimana efisiensi bisa dilakukan bukan dengan memotong manfaat untuk rakyat, tapi dengan membenahi cara kerja pemerintah. Presiden tidak hanya bicara soal apa yang ingin dicapai, tapi juga menunjukkan bagaimana caranya," ujarnya.

Sarmuji juga mengapresiasi komitmen presiden untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan, terutama bagi warga tidak mampu, melalui program Sekolah Rakyat dan Beasiswa Garuda. Capaian yang disebutkannya antara lain 93 sekolah rakyat permanen dan 182 sekolah rakyat rintisan, serta ratusan mahasiswa yang telah dikirim ke kampus-kampus terbaik dunia melalui Beasiswa Garuda.

"Hanya dengan pendidikan sebuah bangsa bisa mengalami lompatan. Sekolah Rakyat dan Beasiswa Garuda menunjukkan negara hadir memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap punya jalan meraih pendidikan terbaik, bahkan hingga ke perguruan tinggi dunia," jelasnya.

Di sisi lain, Sarmuji menyoroti rencana pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis yang disampaikan Prabowo untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Fraksi Partai Golkar, kata dia, mendukung penuh langkah ini dan siap mengawal pembahasan RAPBN 2027 bersama pemerintah secara konstruktif.

"Kita harus membangun bursa komoditas agar Indonesia bisa menentukan sendiri harga komoditas andalannya. Selama ini kita menjadi produsen besar dunia untuk berbagai komoditas strategis, tetapi harganya justru ditentukan di luar negeri," kata dia.

"Dengan bursa komoditas, kita bisa menciptakan nilai tambah, menjaga kestabilan harga, dan pada akhirnya berimplikasi langsung pada pendapatan negara dan kemakmuran rakyat," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memaparkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 sebesar Rp 4.097,2 triliun. Angka ini naik dari APBN 2026 yang sebesar Rp 3.842,7 triliun. Hal tersebut disampaikan dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang APBN TA 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk menjalankan delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), yaitu kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur; perumahan; dan ketahanan bencana; penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa; serta penurunan kemiskinan.

"Untuk menjalankan seluruh agenda tersebut, Belanja Negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp 4.097,2 triliun, naik dari Rp 3.842,7 triliun di APBN 2026," ujar Prabowo.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.