Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan penguatan sistem keamanan siber dalam penerapan digitalisasi akta kelahiran. Langkah ini diambil untuk menjaga keandalan layanan administrasi kependudukan yang semakin terintegrasi secara elektronik.
Pernyataan itu disampaikan Tito usai menghadiri acara di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Jumat (14/8). Ia menegaskan bahwa pengamanan data menjadi prioritas utama dalam transformasi digital yang tengah berjalan.
“Kami sudah memperkuat sistem cybersecurity-nya. Sistem security-nya kan kami lagi perkuat betul untuk Dukcapil sekarang ini,” ujarnya kepada awak media.
Tito juga mengungkapkan bahwa layanan digitalisasi akta kelahiran merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dengan Kementerian Kesehatan. Integrasi ini menghubungkan data kelahiran dari fasilitas kesehatan dengan sistem administrasi kependudukan.
“Dukcapil dengan Kemenkes, SATUSIAK (integrasi SATU SEHAT dengan SIAK),” jelasnya.
Sebelumnya, Kemenkes dan Kemendagri telah meluncurkan digitalisasi akta kelahiran melalui integrasi data SATUSEHAT dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Dengan adanya integrasi ini, data kelahiran yang tercatat di fasilitas kesehatan dapat langsung terhubung dengan sistem administrasi kependudukan, sehingga proses penerbitan akta kelahiran menjadi lebih cepat dan akurat.
Artikel Terkait
Satgas PRR Dorong Percepatan Realisasi Anggaran Pemulihan Pascabencana Sumatera
Mendagri Perintahkan Dukcapil Terbitkan Ulang Dokumen Warga Terdampak Gempa NTT
Mendagri Tinjau Posko Tanggap Darurat Gempa di Sikka, Apresiasi Pendataan yang Detail
Mendagri Pastikan Pemerintah Pusat Keroyok Penanganan Gempa NTT