Hamas menyatakan akan berpartisipasi dalam pemilihan umum Palestina yang dijadwalkan pada November 2026. Kelompok yang menguasai Jalur Gaza itu juga siap membentuk koalisi nasional dengan berbagai faksi untuk memperkuat kesatuan politik.
Keputusan ini diumumkan di tengah tekanan Israel dan negara-negara Barat yang menginginkan Hamas tidak terlibat dalam politik Palestina pasca konflik Oktober 2023. Namun, Hamas menegaskan komitmennya untuk ikut serta dalam pesta demokrasi tersebut.
Anggota Biro Politik Hamas, Hussam Badran, dalam pernyataannya kepada Al Aqsa TV, Kamis (13/8/2026), mengatakan bahwa pihaknya bersama mayoritas faksi dan blok peserta pemilu menolak syarat yang mengharuskan peserta mengadopsi program tertentu. Menurutnya, setiap warga Palestina berhak menentukan program politik secara bebas.
Badran menyebut pemilu legislatif November mendatang sebagai kesempatan bersejarah untuk mengubah lanskap politik Palestina dan mengakhiri kebijakan nasional sepihak yang telah berlangsung selama 20 tahun. Ia menegaskan bahwa pemilu seharusnya dilaksanakan berdasarkan konsensus nasional, bukan ditentukan sepihak oleh para pemimpin.
"Warga Palestina memiliki hak inheren untuk memilih pemimpin dan program politik, baik melalui pemilu legislatif maupun pemilihan anggota Dewan Nasional," ujar Badran.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebelumnya telah mengumumkan jadwal pemilu legislatif pada 28 November 2026, yang kemudian disusul pemilihan Dewan Nasional dan pemilihan presiden pada 2027. Ini akan menjadi pemilu legislatif pertama sejak 2006.
Dewan Legislatif Palestina sendiri tidak aktif sejak 2007 akibat perpecahan politik dan pengambilalihan Gaza oleh Hamas. Abbas kemudian membubarkan dewan tersebut pada 2018. Sejak saat itu, sistem politik Palestina terpecah: Hamas mengelola Gaza, sementara pemerintah yang dibentuk Fatah mengendalikan Tepi Barat.
Artikel Terkait
Netanyahu Resmi Tolak Rencana Damai 15 Poin untuk Gaza, Hamas Justru Menerima
Netanyahu Tolak Rencana Perdamaian 15 Poin Trump untuk Gaza
Rencana Damai Gaza ala Trump: Terobosan atau Kebuntuan Baru?
Israel Tolak Rencana AS untuk Gaza, Tegaskan Pasukan Tak Akan Mundur