Netanyahu Tolak Rencana Perdamaian 15 Poin Trump untuk Gaza

- Senin, 10 Agustus 2026 | 06:20 WIB
Netanyahu Tolak Rencana Perdamaian 15 Poin Trump untuk Gaza

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi menolak dokumen rencana perdamaian 15 poin untuk Gaza yang diusulkan oleh Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump. Penolakan itu disampaikan dalam rapat kabinet pada Minggu (9/8/2026).

Netanyahu menegaskan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tidak akan menarik mundur pasukan dari Gaza sampai kelompok Hamas benar-benar dilucuti, baik senjata berat maupun ringan. "Israel menolak dokumen 15 poin tersebut," ujarnya dalam rapat kabinet.

Langkah ini memicu ketegangan diplomatik yang langka antara Israel dan Amerika Serikat. Rencana yang dirilis akhir Juli itu sebenarnya merancang proses perdamaian bertahap, dengan penarikan militer Israel ke batas aman yang disebut "garis kuning" berjalan paralel dengan pelucutan senjata Hamas. Administrasi harian Gaza rencananya diserahkan kepada komite teknokrat Palestina di bawah pengawasan Dewan Perdamaian.

Namun, Netanyahu bersikeras pelucutan senjata total Hamas menjadi syarat mutlak sebelum satu pun tentara Israel ditarik. Ia juga menegaskan tidak akan pernah mengizinkan berdirinya negara Palestina, baik di Gaza maupun Tepi Barat.

Sikap keras ini tidak lepas dari tekanan politik domestik. Menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan 27 Oktober, koalisi Netanyahu tertinggal di berbagai jajak pendapat. Menteri Keuangan dari sayap kanan, Bezalel Smotrich, memuji penolakan tersebut dan menyatakan militer tidak boleh mundur "bahkan satu milimeter pun" dari Jalur Gaza. Bagi Netanyahu, memberi konsesi di Gaza saat ini berisiko meruntuhkan pemerintahannya, meski harus mengorbankan hubungannya dengan Trump.

Sementara itu, seorang pejabat Hamas mengatakan kepada BBC pada Minggu bahwa kelompoknya "menegaskan kembali komitmennya" terhadap kesepakatan tersebut dan siap "untuk terlibat secara serius dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan" rencana 15 poin itu. Mereka mendesak para mediator memastikan semua pihak mematuhi apa yang telah disepakati.

Di lapangan, Israel terus melancarkan serangan ke Gaza sejak gencatan senjata awal disepakati pada Oktober lalu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags