Netanyahu Tolak Proposal Gaza yang Didukung AS, Tegaskan Tak Akan Tarik Pasukan

- Senin, 10 Agustus 2026 | 08:36 WIB
Netanyahu Tolak Proposal Gaza yang Didukung AS, Tegaskan Tak Akan Tarik Pasukan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi menolak proposal gencatan senjata di Gaza yang didukung Amerika Serikat, sebuah langkah yang berpotensi memperlebar jarak antara dirinya dan Presiden Donald Trump di tengah upayanya memperkuat dukungan politik menjelang pemilihan umum yang diperkirakan akan berlangsung ketat.

Penolakan itu disampaikan Netanyahu setelah lebih dari seminggu melontarkan kritik yang semakin tajam terhadap rencana tersebut, meskipun ia telah menerima jaminan bahwa Israel tidak akan segera diminta menarik pasukannya dari Gaza. Dalam rapat kabinet, Netanyahu menegaskan bahwa Israel menolak dokumen berisi 15 poin yang disepakati Hamas pada akhir Juli lalu.

"Israel menolak dokumen yang memuat 15 poin tersebut," ujarnya, merujuk pada rencana yang telah disetujui Hamas. Ia menegaskan bahwa militer Israel tidak akan menarik pasukan dari Gaza, salah satu poin utama dalam proposal itu. "Tidak akan melakukan penarikan pasukan apa pun sampai Hamas benar-benar dilucuti senjatanya, dan akan terus menggagalkan ancaman terhadap pasukan serta warga kami," tegasnya.

Meski menyebut Trump sebagai "sahabat terbaik kami di Gedung Putih", Netanyahu dengan cepat menunjukkan kesiapannya untuk berbeda pendapat dengan presiden AS tersebut. "Mereka memiliki gagasan-gagasan; sebagian dapat kami terima dan sebagian tidak, dan kami tahu bagaimana mempertahankan pendirian kami dalam hal-hal ini," katanya.

Penolakan ini muncul di tengah tekanan politik domestik yang meningkat. Netanyahu, yang telah memimpin Israel paling lama, kini menghadapi pemilihan umum pada 27 Oktober dengan tingkat dukungan yang setara atau bahkan tertinggal dalam sejumlah jajak pendapat. Pemilu ini merupakan yang pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Gaza.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa rencana terkait Gaza tidak disambut baik oleh basis pendukung sayap kanan Netanyahu, dan anggota kabinet dari kelompok sayap kanan ekstrem telah mendesaknya untuk membatalkan rencana tersebut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags