Kisah Tukang Cukur dan Pria Muslim: Analogi tentang Keberadaan Tuhan

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:40 WIB
Kisah Tukang Cukur dan Pria Muslim: Analogi tentang Keberadaan Tuhan

Sebuah perbincangan sederhana di tempat pangkas rambut menjadi pengingat akan makna kehadiran Tuhan di tengah kekacauan dunia. Kisah ini bermula ketika seorang tukang cukur menyatakan ketidakpercayaannya pada Tuhan di hadapan seorang pria Muslim yang sedang memangkas rambutnya.

Tukang cukur itu berargumen, jika Tuhan benar-benar ada, maka penderitaan dan kekacauan di dunia ini seharusnya tidak terjadi. Mendengar itu, pria Muslim tersebut justru melontarkan pernyataan yang mengejutkan: ia juga tidak percaya pada tukang cukur.

Kebingungan pun menyelimuti tukang cukur. Ia bertanya, apa maksud dari pernyataan pria itu. Dengan tenang, pria Muslim itu menunjuk ke luar dan bertanya apakah tukang cukur melihat orang-orang dengan rambut panjang dan berantakan. Tukang cukur mengiyakan.

"Jika tukang cukur itu ada, orang-orang dengan rambut panjang dan berantakan tidak akan ada," ujar pria Muslim itu. Tukang cukur pun menjawab, "Kami ada, tetapi orang-orang tidak datang kepada kami!"

Dari situlah pria Muslim itu menjelaskan maksudnya. "Tepat sekali. Tuhan juga ada, tetapi orang-orang tidak datang kepada Tuhan untuk meminta petunjuk dan menjalankan petunjuk-Nya. Itulah sebabnya ada begitu banyak masalah di dunia ini."

Percakapan ini mengajarkan bahwa kehadiran Tuhan tidak serta-merta menghapus masalah, karena manusia sendiri yang memilih untuk menjauh dari petunjuk-Nya. Seperti halnya tukang cukur yang hanya bisa merapikan rambut jika orang datang kepadanya, Tuhan pun menunggu hamba-Nya untuk mendekat dan memohon petunjuk.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags